Suku Bunga AS Bikin Susut Harga Emas

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Maret 2017 | 08:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global di Comex terus  melemah terimbas potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat.

Selain itu, pemilu di Eropa juga mendorong ketidakpastian politik dunia ikut mempengaruhi harga logam mulia ini.

Seperti ditulis Reuters, Selasa pagi WIB, 14 Maret 2017, harga emas di pasar spot turun tipis  Dan pada  Jumat pekan lalu, harga emas memang  berada pada  level terendah sejak Januari.

Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik tipis.

Investor terus mencermati Pemilu di Belanda yang akan berlangsung Rabu. Tampaknya peluang partai Eurosceptic untuk berkuasa di Belanda dipandang kecil.

Rabu juga merupakan hari kedua berlangsungnya pertemuan Federal Reserve AS. Bank Sentral ini diprediksi akan memutuskan menaikkan suku bunganya sebagai hasil pertemuan selama dua hari tersebut.

Keputusan tersebut bisa mendongkrak mata uang AS, dan membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal, salah satunya emas.

“Kenaikan tingkat suku bunga Fed kami kira akan cukup banyak, kami melihat akan terjadi dua kenaikan pada tahun ini. Kenaikan tarif yang lebih tinggi akan cenderung menekan harga emas,” kata Analis Ekonomi Oxford Daniel Smith.

Pekan lalu, harga emas global, terutama di Mercantil Exchange Comex, New York,  kembali ambruk karena didorong kenaikan data tenaga kerja Amerika Serikat

Kenaikan itu juga ditambah adanya kemungkinan bank sentral AS atau the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan besok

Meski demikian, harga emas masih berada di atas US$ 1.200 per ounce di tengah data ekonomi AS yang menguat.

“Jika suku bunga bank sentral AS naik, harga emas dapat reli dengan inflasi kembali menjadi fokus,” ujar Peter Spina, Chief Executive Officer  GoldSeek.com, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu

Harga emas untuk pengiriman April melemah

Level itu terendah 30 Januari.

Secara mingguan, harga emas telah melemah dua persen.

Data tenaga kerja AS bertambah  pada Februari menjadi sentiment untuk harga emas.

Dengan penambahan tenaga kerja itu memberikan spekulasi bank sentral AS akan menaikkan suku bunga.

“Bagaimana juga saat ini perhatian menuju ke rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS pada Maret.’

“ Namun data ekonomi  tidak begitu kuat untuk meyakinkan pasar kalau bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada  tahun ini,” ujar Rob Haworth, Analis Senior US Bank Wealth Management.

Dengan rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS sebanyak tiga kali tersebut dapat menekan harga emas.

Di pasar uang, indeks dolar AS cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang termasuk euro.

Penguatan euro usai pimpinan bank sentral Eropa Mario Draghi mengindikasikan pihaknya tidak khawatir dengan deflasi yang terjadi di zona euro.

Harga emas jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut tertekan komentar Gubernur Federal Reserve Janet Yellen yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga terjadi bulan ini.

Yellen mengatakan pekan lalu bahwa Fed siap untuk menaikkan patokan suku bunga AS dengan mengacu pada penambahan lapangan kerja dan data inflasi yang  naik.

Komentar ini dilihat sebagai tanda The Fed akan memutuskan tentang kenaikan suku bunga

“Ekonomi kami sekarang mengharapkan tiga kenaikan suku bunga pada tahun ini dan dua pada tahun depan, ” menurut catatan Standard Chartered.

Kenaikan suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan mata uang AS dan membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Komentar Fed telah menjadi semakin hawkish,” kata Analis Societe Generale Robin Bhar.

Memang, berdasarkan laporan pekerjaan bulanan termasuk non-farm payrolls, terlihat naik seratus sembilan puluh ribu.

Namun, pedagang mengatakan bahwa ketegangan geopolitik yang dibuat Korea Utara dengan menembakkan empat rudal balistik ke laut lepas pantai laut Jepang akan mendukung bullion.

“Pemilu Eropa juga merupakan sumber ketidakpastian, emas akan mendapatkan dukungan dari itu,” kata salah seorang pedagang.

Pasar juga akan menunggu keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Eropa

Sementara itu  harga emas PT Aneka Tambang Tbk  hari ini, Selasa,  tetap pada angka  Rp 592 ribu per gram pada

Kemarin Antam menjual emas seharga Rp 592 ribu per gram.

Sementara harga buyback emas juga tetap dijual Rp 518 ribu. Itu artinya, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga Rp 518 ribu

Harga jual dan pembelian ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB, ukuran emas Antam 2 dan 5 gram sudah tidak tersedia.

Komentar