Pergerakan Emas Global “Wait and See”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 Mei 2016 | 09:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Pergerakan harga emas dunia yang “wait and see” terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat menyebabkan harga emas lokal yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini, Selasa, 10 Mei 2016, ikut melemah Rp 4.000 per gram.

Dengan kejatuhan ini maka harga emas Antam berada di posisi  Rp 583 ribu per gram

Penurunan harga jual ini juga  diikuti harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun yang Rp 3.000 menjadi Rp 528 ribu per gram.

Artinya jika Anda hendak menjual emas Antam maka akan dihargai Rp 528 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satukg akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu  gram hingga 500 gram dan menjelang siang WIB sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 10 gram dan 25 gram yang telah habis terjual.

Di pasar global harga emas berada dalam tekanan defensif dan jatuh di bawah harga terendah minggu lalu.

Logam emas terus mendapat tekanan dolar yang terus menguat terutama dikarenakan oleh pelemahan mata uang yen.

Risalah meeting minute BoJ pada bulan Maret menunjukkan bahwa suku bunga negatif akan terus dilakukan ketika beberapa pembuat kebijakan BoJ memperingatkan ada “efek samping” dari penggunaan NIRP.

Meskipun demikian, secara umum prospek pertumbuhan dan inflasi masih suram sehingga akomodasi lebih lanjut masih akan dilakukan.

Sementara itu, skeptisisme tentang pengaruh positif NIRP dapat mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga lebih dalam ke wilayah negative.

Fedspeak masih terus memberitahukan bahwa kenaikan suku bunga pada bulan Juni masih dapat dilakukan, meskipun data pekerjaan AS melemah.

Fed funds futures menginformasikan bahwa peluang kenaikan suku bunga hanya sebesar delapan persen

Pada hari Senin waktu setempat atau Selasa pagi WIB, Charles Evans, presiden Fed dari Chicago mengatakan fundamental ekonomi AS terlihat solid dan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini harus berada di sekitar dua setengah persen.

Ial menambahkan bahwa saat ini fase ‘tunggu dan lihat’ merupakan pendekatan Fed yang terbaik untuk menentukan kebijakan moneter yang tepat.

Sementara itu, CPI China untuk bulan April terlihat turun tipis

PPI untuk bulan April diperkirakan akan turun tiga koma delapan persen

China akan mempublikasikan laporan produksi industri, investasi aset tetap dan penjualan ritel. Data tersebut akan dilihat untuk melihat kebijakan moneter dan fiskal di China.

Harga logam emas naik hampir dua puluh persen sepanjang tahun ini ketika perkiraan bahwa Fed akan menormalkan suku bunga mulai mereda karena kekhawatiran atas perekonomian global.

Komentar