Penguatan Dollar Hempaskan Harga Emas

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 April 2018 | 09:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Jumat, 27 April, harga emas dunia dan lokal kembali terhempas dan menukik ke posisi terendahnya bersamaan dengan penguatan dolar

Seperti ditulis laman “bloomberg,” Jumat pagi WIB,  harga emas di pasar spot tersungkur hampir setengah persen, atau pasnya nol koma empat persen per ounce.

Sementara itu untuk  harga emas berjangka AS  pengiriman Juni juga merosot dengan angka yang sama.

“Ini karena kekuatan dolar AS,” kata Senior Strategis Investasi di Bank Wealth Management AS, Robert Haworth.

Sentimen yang mengikis harga emas, antara lain kekhawatiran meningkatkan stok utang pemerintah AS, tekanan inflasi, dan kenaikan harga minyak mentah, serta imbal hasil obligasi AS tenor sepuluh tahun yang menembus tiga persen.

Kenaikan ini, untuk kali pertama dalam empat tahun.

Kondisi tersebut tentunya mengurangi kemilau dan daya tarik emas sebagai instrumen investasi.

Diharapkan ada masih ada permintaan emas dari pembeli dan dukungan sentimen lain yang bisa membantu harga emas jatuh lebih dalam.

“Pada posisi harga tersebut, diharapkan masih bisa menarik minat pembeli,” ujar Kepala Perdagangan di Wing Fung Precious Metals, Peter Fung.

Harga emas dunia sempat melesat ditopang ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang telah mendongkrak permintaan emas sebagai instrumen investasi paling aman.

Tapi kecemasan rencana kenaikan suku bunga AS yang mendorong peningkatan imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar AS, memicu harga emas turun.

“Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan inflasi pada Jumat (waktu setempat) akan memberikan arah baru harga emas,” kata Analis Jonathan Butler.

Analis dan pedagang emas memprediksi harga emas akan berada pada rata-rata USD 1.334 per ounce pada tahun ini dan bergerak naik sekitar USD 1.352 per ounce pada tahun depan.

Pada perdagangan sehari sebelumnya harga emas juga mengalami tekanan olrh penguatan dollar

Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS naik karena meredanya ketegangan perdagangan AS dengan China.

Seperti dicatatkan, harga emas di pasar spot turun  lebih setengah persen atau tepatnya  nol koma enam puluh enam persen perr ounce

Dan harga ini merupakan level terendah sejak pertengahan  Maret.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga turun nol koma delapan persen

Imbal hasil obligasi AS berjangka waktu sepuluh tahun menyentuh level tiga persen pada perdagangan Selasa untuk pertama kalinya dalam empat tahun ini.

Level tersebut berlanjut atau bertahan sampai dengan Rabu.

Pendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS ini karena adanya kegelisahan dari pelaku pasar akan peningkatan pinjaman pemerintah AS yang kemudian mendorong aksi jual.

Imbal hasil yang lebih tinggi pada obligasi membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik karena tidak memberikan bunga.

“Banyak pelaku pasar melihat bahwa saat ini sudah terjadi pergeseran rzon dari bunga rendah ke bunga tinggi,” jelas analis komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Sementara, risiko politik menurun setelah AS mengatakan kemungkinan akan mencapai kesepakatan perdagangan dengan China dan bahwa para pejabat dari kedua belah pihak akan duduk untuk negosiasi dalam beberapa hari.

“Ada sedikit kepercayaan di AS dan itu berdampak negatif terhadap emas,” kata analis logam mulia Natixis, Bernard Dahdah.

Emas sering dilihat sebagai insturmen safe haven selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.

Sementara itu, harga perak di pasar spot turun ghampir satu  persen, mendekati level terendah dua minggu.

Komentar