Pekan Ini Harga Emas “Losses”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 29 Mei 2015 | 10:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Selama sepekan terakhir di ujung bulan Mei 2015, harga emas batangan, terutama yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, mengalami “losses” gonjang ganjing setiap harinya hingga di tutup dengan harga Rp 551. 000 per gram setelah anjlok Rp 1.000 per gram hari ini, Jumat, 29 Mei 2015.

Pada perdagangan kemarin, Kamis, 28 Mei 2015, harga emas Antam naik Rp 2.000 per gram.

Kebalikannya, harga pembelian kembali, untuk hari ini, yang dikenal dengan “buyback” ogam mulia Antam lebih mahal Rp 2.000 atau berada di posisi Rp 497.000 per gram.

Seperti biasanya, Antam menjual emas untuk semua pecahan. Mulai dari satu gram hingga 500 gram.

Setelah pembukaan perdagangan pagi ini, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran emas 500 gram yang sudah habis terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Dengan penurunan harga sebesar Rp 1.000 per gram ini, maka seluruh pecahan emas yang dijual Antam menyesuai dengan harga baru.

Untuk pecahan 1 gram Antam menjualnya dengan harga Rp 551.000, 5 gram Rp 2.610.000, 10 gram Rp 5.170.000, 25 gram Rp 12.850.000, 50 gram Rp 25.650.0000, 100 gram Rp 51.250.000, 250 gram Rp 128.000.000dan pecahan terbesar 500 gram dijual Rp 255.800.000.

Di pasar global, akibat lambatnya perkembangan negosiasi utang Yunani dan aksi jual pada saham Cina menyebabkan harga emas sempat bergerak ke harga yang lebih rendah di perdagangan New York, namun perdagangan emas masih tetap terbatas.

Indeks dolar berkonsolidasi ketika yen terus melemah terhadap greenback.

Melemahnya yen didorong oleh meningkatnya ekspektasi langkah BoJ akan terus melemahkan mata uang lebih lanjut.

Sementara itu, spekulasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga masih terus bertahan, bahkan di tengah prediksi bahwa laporan GDP kedua akan menunjukkan bahwa ekonomi AS masih mengalami kontraksi.

GDP awal AS pada Q1 hanya plus nol koma dua persen, namun data yang keluar kemudian mengungkapkan bahwa pertumbuhan jauh lebih lemah daripada perkiraan.

Data ekonomi pada Q2 yang kita lihat sejauh ini menunjukkan bahwa terjadi banyak pemulihan dalam pertengahan tahun walaupun masih tetap sulit untuk dipahami.

Laporan GDP AS nanti malam dapat menyebabkan volatilitas harga di pasar dipicu.

Memang cukup sulit sulit untuk memahami bahwa kenaikan suku bunga AS harus dilaksanakan pada tahun 2015 jika ekonomi berkontraksi atau lebih sedikit dari GDP Q1, tanpa data ekonomi yang menyatakan terjadi rebound di Q2.

Meskipun permintaan safe haven telah berkurang untuk logam emas, krisis utang Yunani masih belum terpecahkan dan mungkin akan meningkatkan permintaan emas sekali lagi. 5 Juni adalah pembayaran utang berikutnya Yunani kepada IMF.

Kemarin, pemerintah Yunani bertemu dengan kreditor internasional di Brussels untuk membahas kesepakatan reformasi yang mungkin akan membuka kesepakatan bailout yang sangat dibutuhkan untuk membuat pembayaran kepada IMF dan ECB selama beberapa bulan mendatang.

logam mulia. com, xinhua dan reuter

Komentar