Nilai Tukar Dolar Ambruk, Emas Melonjak

Penulis: Darmansyah

Rabu, 24 Januari 2018 | 08:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global di Comex Mercantil Exchange, New York, hari ini, Rabu, 24 Januari, mengalami lonjakan bersamaan dengan ambruknya nilai tukar dolar AS.

Mata uang Amerika Serikat ini jatuh ke posisi terendah dalam tiga tahun.

Namun begitu, berakhirnya ketidakpastian yang diciptakan oleh penutupan pemerintahan AS selama tiga hari membatasi penguatan harga emas.

Seperti yang ditulis laman “bloomberg,” pagi ini WIB,  harga emas di pasar spot naik nol koma tiga  persen per ounce  setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam satu pekan

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari  juga ditutup naik nol koma empat persen.

“Kelanjutan pelemahan pada dolar AS memberikan dukungan kepada harga komoditas termask emas di seluruh perdagangan,” jelas analis High Ridge Futures di Chicago, David Meger.

Indeks dolar AS jatuh ke level terendah dalam tiga tahun terakhir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya setelah dana kepercayaan konsumen di Eropa melonjak.

Hal ini menjadi momentum yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa sehingga mendorong penguatan nilai tukar mata uang euro dan melemahkan dolar AS.

Penurunan nilai tukar dolar AS ini menjadi pendorong penguatan komoditas atau aset-aset yang berdenominasi dolar karena harganya menjadi lebih murah bagi pelaku pasar yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang lainnya.

Harga emas hampir tidak terpengaruh oleh penutupan operasional pemerintahan AS. Harga emas tetap menguat saat pemerintahan di bawah Presiden Donald Trump tidak beroperasi selama tiga hari kemarin.

Sayangnya, harga emas tidak bisa melonjak tinggi karena penguatan harga saham. Pelaku pasar memindahkan portofolionya ke ekuitas karena harganya terus menguat.

Pada penutupan perdagangan Rabu, indeks acuan S&P 500 menguat

Sedangkan Nasdaq Composite menambah indek poinnya.

Saham Netflix menyentuh level tertinggi  dalam perdagangan intraday dan akhirnya ditutup  menguat hampir sepuluh persen.

Saham perusahaan yang menyediakan layanan teknologi ini mampu menembus kapitalisasi pasar seratus  miliar dollar.

Kemarin, harga emas di pasar spot juga naik tipis  untuk setiap ounce.

Logam mulia sempat turun nol koma lima persen pada minggu lalu, yang merupakan penurunan mingguan pertama dalam enam minggu, setelah mencapai posisi tertinggi empat bulan pada Senin.

Adapun emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari  juga turun tipis.

Senat Amerika Serikat  akhirnya bersepakat perihal anggaran untuk sementara dan memungkinkan pemerintahan federal kembali berjalan pada awal Februari.

Di sisi lain, dolar mengurangi kerugian terhadap sekeranjang mata uang dan Saham AS. melonjak pada perdagangan sore setelah senator mencapai kesepakatan.

“Emas relatif teredam hari ini. Kebanyakan orang melihat terhentinya pemerintah AS. Secara historis, Anda tidak benar-benar reaksi pasar terlampau besar terhadap ini, “kata Daniel Ghali, Ahli strategi komoditas di TD Securities, Toronto.

Dolar Amerika Serikat  yang diperkirakan melemah dan ketidakpastian di Washington terkait tutupnya pemerintahan AS atau shutdown akan bayangi laju harga emas pekan ini.

Sementara itu, harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini,  berada  di posisi Rp 627 ribu per gram dan pada perdagangan kemarin, harga emas Antam di posisi Rp 628 ribu per gram.

Jadi hari nini harga emas Antam turun seribu rupiah untuk satu gramnya.

Untuk  harga pembelian kembali atau  dikenal dengan sebutan buyback juga  turun Rp 1.000 menjadi Rp 562 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 562 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari ini

Komentar