Suku Bunga Fed Naik, Emas Wait and See

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 Maret 2017 | 08:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas bergerak stabil sepanjang perdagangan Selasa kemarin.

Di  penutupan perdagangan Rabu pagi WIB, harga emas hanya turun tipis.

Pelaku pasar memilih untuk menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve.

Seperti ditulis  Reuters, Rabu, 15 Maret 2017, harga emas di pasar spot turun tipis

Sebenarnya, terdapat dua sentimen besar yang mempengaruhi harga emas.

Sentimen pertama adalah rencana kenaikan suku bunga the Fed yang diperkirakan akan mendorong penguatan nilai tukar dolar AS sehingga menekan harga emas.

Sentimen kedua adalah adanya risiko geopolitik di Eropa. Risiko tersebut membuat beberapa pelaku pasar lebih memilih untuk menyimpan dananya di instrumen safe haven yang salah satunya adalah emas.

Namun pada perdagangan Selasa kemarin sebagian besar pelaku pasar lebih memilh untuk menunggu hasil keputusan the Fed. Bank Sentral AS mengadakan pertemuan selama dua hari yang dimulai hari ini hingga besok untuk menentukan penyesuaian suku bunga.

“Biasanya, jika pelaku pasar sudah mendapat kepastian misalnya terjadi kenaikan suku bunga the Fed, penguatan dolar AS justru mereda dan kemudian harga emas akan lebih stabil,” jelas analis State Street Global Advisors, George Stanley.

Namun di luar itu, Stanley melanjutkan, ada sentimen yang mampu membuat pelaku pasar berlomba-lomba untuk mengoleksi emas yaitu mengenai ketidakpastian di Eropa.

Beberapa negara di Eropa memang akan mengadakan pemilihan umum dan membuat ketegangan politik.

Keterpurukan harga emas ini menyebabkan investor  mengantisipasinya dengan berbagai cara.

Analis memprediksi fluktuasi harga akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

Nevine Pollini dari UBP, seperti mengutip Gulfnews.com,  mengatakan ada beberapa faktor yang membebani kinerja emas, salah satunya rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve AS.

Faktor lain kekhawatiran seputar Brexit dan ketakutan tentang hasil Pemilu di Perancis, Jerman dan Belanda.

“Kami percaya bahwa pembatasan masalah geopolitik yang serius akan membuat harga emas dalam rentang-terikat untuk beberapa bulan ke depan. Ekonomi AS yang menguat dan kebijakan pengetatan moneter the Fed akan tetap jadi pendorong utama harga emas pada tahun ini,” jelas dia.

Secara mingguan, harga emas telah melemah dua persen.

“Bagaimana juga saat ini perhatian menuju ke rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS pada Maret.”

“ Namun data ekonomi  tidak begitu kuat untuk meyakinkan pasar kalau bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini,” ujar Rob Haworth, Analis Senior US Bank Wealth Management.

Dengan rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS sebanyak tiga kali tersebut dapat menekan harga emas.

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk masih tetap  dijual Rp 588 ribu per gram pada perdagangan Rabu pagi WIB.

Sementara harga buyback emas juga tetap dijual Rp 516 ribu.

Itu artinya, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga Rp 516 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Gedung Antam, Jakarta.

Sementara harga di butik emas logam Mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga hari transaksi.

Komentar