Krisis Yunani Ambrukkan Harga Emas

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Juli 2015 | 09:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Krisis Yunani yang “default,” gagal bayar utang, menyebabkan munculnya dampak penurunan harga emas global dan seperti yang dialami PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Hari ini Rabu, 01 Juli 2015, harga jual emas batangan produksi Antam kembali sebesart Rp 2.000 per gram dan bertengger diangkai Rp 552.000 per gram.

Dalam dua hari terakhir, harga jual emas Antam telah merosot Rp 3.000 per gram.

Selain harga jual, harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” logam mulia Antam juga ikut turun Rp 1.000 menjadi Rp 495.000 per gram. Artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 495.000 per gram.

Antam menjual ukuran emas mulai dari pecahan satu gram hingga 500 gram. Menjelang siang sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran emas 500 gram yang sudah habis terjual.

Tingginya animo masyarakat, terutama yang ingin bertransaksi pembelian langsung, Antam membatasi antrean hingga maksimal 150 nomor per hari.

Dengan penurunan harga emas Antam ini, maka seluruh pecahan yang mereka jual juga menyesuai dengan harga baru.

Untuk pecahan 1 gram dijual Rp 552.000, 5 gram Rp 2.615.000, 10 gram Rp 5.180.000, 25 gram Rp 12.875.000, 50 gram Rp 25.700.0000, 100 gram Rp 51.350.000, 250 gram Rp 128.250.000 dan pecahan terbesar 500 gram di banderol dengan harga Rp 256.300.000.

Dana Moneter Internasional, kemarin, 30 Juni 2015, telah mengkonfirmasikan bahwa Yunani gagal melakukan pembayaran utang.

IMF sebenarnya telah mengetahui bahwa Yunani tidak akan membayar tunggakan.

Kasus ini menyebabkan pergerakan saham global jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir ketika krisis Yunani mulai meningkat dan spekulasi Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Kegagalan untuk melakukan pembayaran “tidak benar-benar menjadi masalah.

Pertanyaan besar adalah terkait respon yang dilakukan dan dibutuhkan ECB untuk pembayaran telah terjawab terkait dengan penyediaan Bantuan Likuiditas Darurat.

Yunani telah melewatkan tenggat waktu untuk pembayaran utang sebanyak sebesar satu koma tujuh miliar dolar, bergabung dengan negara Kuba, Zimbabwe yang juga gagal bayar utang kepada IMF.

Pembicaraan proposal selama sebelas jam antara pemerintah Yunani dengan Europa akhirnya ditutup oleh Angela Merkel pada hari Selasa, setelah kanselir Jerman itu menolak melanjutkan pembicaraan sebelum referendum 05 Juli 2015.

Kontrol modal mulai dirasakan di Yunani, di mana penarikan mesin atm bank telah terbatas dan bursa saham ditutup.

Investor Eropa meningkatkan pembelian emas ketika gejolak Yunani meningkatkan daya tarik investasi alternatif. Dilaporkan dari Inggris, permintaan dari Yunani untuk koin emas berjumlah dua kali lipat dari rata-rata lima bulan pada bulan Juni, menurut Inggris Royal Mint.

Saat ini, investor mencari alat investasi yang safe haven setelah Yunani menutup bank dan berhenti menjual koin emas untuk umum setidaknya hingga 06 Juli 2015.

Kanselir Angela Merkel mengatakan Jerman masih terbuka untuk negosiasi jika Yunani masih menginginkan.

Komentar