Kopi Luwak Sensasi Kenikmatan

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 16 November 2013 | 15:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Kopi luwak kopi sensasi. Bagi penikmat kopi global, kopi luwak adalah sensasi rasa dan aroma. Untuk itu ia diburu, berapapun harga yang harus dibayarkan. Sementara itu, organisasi pencinta hewan, People for the Ethical Treatment of Animals, yang menyebut kopi luwak melanggar hak-hak kehewanan, gencar menuntut upaya pemboikotan kopi jenis ini.

Entah kenapa, Indonesia disasar sebagai biang dari perdagangan kopi luwak. Mungkin, seperti dikatakan banyak sumber, ada pesan sponsor dari tuduhan itu terutama perang dagang, seiring kian menggeliatnya pasar kopi luwak produksi Indonesia..

Padahal, tak ada penistaan binatang di sana. Tak ada pelanggaran “hak-hak” luwak atau sebangsa “musang,” karena ia hanya diberi makan biji kopi. Tak ada ppemaksaan luwak untuk mengonsumsi biji kopi sepanjang hari, karena hal itu dapat mengganggu kesehatan luwak, yang pada akhirnya membuat pengusaha bersangkutan merugi.

Produksi kopi luwak terdiri dari tiga macam. Pertama, kopi luwak yang diproduksi alamiah oleh luwak yang hidup di hutan. Kedua, kopi luwak yang diproduksi oleh luwak yang ditangkarkan. Dan ketiga, kopi dengan merek kopi luwak.

Tiga a kelompok ini yang ada di Indonesia. Kopi luwak yang alami tidak ada masalah sama sekali. Yang brand enggak ada masalah. Yang menjadi masalah luwak yang dikandangkan itu,

Untuk diketahui, kopi luwak original atau alami diperdagangkan dengan harga 150 euro per kilogram di pasar Europa. Meski kopi Indonesia masih di bawah popularitas kopi dari Brasil dan Vietnam, munculnya kopi luwak membuat kopi Indonesia kian dikenal dunia.

Tak banyak orang yang mengetahui, kopi luwak Indonesia adalah yang termahal di dunia. Kopi yang dihasilkan dari hewan sejenis musang ini terbilang eksotik dan berbeda baik dari segi rasa, aroma, dan kualitasnya. Kopi luwak merupakan kopi asli Indonesia.

“Perbandingan dengan jenis kopi lainnya, kopi luwak Indonesia adalah yang termahal di dunia. Penilaiannya dilihat mulai dari cita rasa, aroma, dan kualitas yang tidak dimiliki 70 negara (penghasil kopi), yang membuat mereka iri,” ungkap Edy Panggabean, pengusaha kopi luwak.

Kopi luwak adalah kopi produksi asli Indonesia. Pengertiannya, luwak atau hewan sejenis musang adalah media produksi kopi ini. Luwak akan memilih biji kopi yang ingin dimakannya, lalu hasilnya disebut kopi luwak.

Edy menolak, kopi luwak berasal dari kotoran musang. Kopi dipisahkan dari kotoran yang dikeluarkan oleh musang atau luwak. “Jadi bukan seratus persen kotoran, tetapi dipilih kembali antara biji kopi dengan kotoran,” jelas Edy.

Luwak dapat memakan dua jenis kopi yang umumnya ada yaitu kopi jenis arabica dan robusta.

Menurut Edy, perbedaan rata-rata harga untuk jenis kopi luwak arabica dan kopi arabica biasa sangat signifikan. Demikian untuk harga kopi luwak robusta dengan kopi robusta biasa.

“Kopi luwak asli Indonesia. Berapa perbedaan harganya dengan kopi jenis lainnya? Saya jawab sangat besar dan cukup mencolok. Sebagai contoh harga biji sangrai kopi luwak arabica sudah di atas Rp 1 juta/kg, sedangkan jenis biji sangrai kopi arabica biasa hanya Rp 200 ribu/kg, itu untuk kelas premium. Lain lagi untuk jenis biji sangrai kopi luwak robusta cenderung lebih murah, yaitu Rp 700 ribu/kg. Kalau biji sangrai robusta biasa hanya Rp 100 ribu/kg,” papar Edy.

Jenis kopi luwak di Indonesia juga cukup banyak. Bahkan setiap daerah dan provinsi disinyalir mempunyai jenis kopi luwak sendiri, dengan aroma dan cita rasa berbeda.

“Kopi arabica yang tumbuh di Papua rasa dan aroma jelas berbeda dengan provinsi lain, artinya berbeda karakteristiknya. Robusta yang tumbuh di Lampung berbeda dengan Singkawang. Begitupun dengan kopi luwak yang tentu berbeda, baik dari segi aroma dan rasa dari berbagai daerah. Itulah yang membuat cita rasa dan kopi mempunyai kekhasan,” jelasnya.

Komentar