Hari Ini Lonjakan Harga Emas Mengejutkan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 April 2015 | 10:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global, hari ini, Selasa, 28 April 2015, bergerak naik melampaui ekspektasi para pengamat, dan secara langsung berdampak pada harga jual emas batangan yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam.

Dalam pembukaan perdagangan Selasa pagi WIB, harga emas Antam naik Rp 4.000 menjadi di banding harga sehari sebelumnya, dan bertengger pada angka Rp 549.000 per

Kenaikan harga jual ini tidak disertai lonjakan harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” logam mulia Antam, yang hanya naik Rp 1.000 menjadi Rp 489.000 per gram.

Kenaikan harga emas di tingkat global dan domestik ini ditujukan untuk menjawab anjloknya harga di pekan lalu.

Antam menjual emasnya dalam berbagai ukuran, dari satu gram hingga 500 gram.

Tingginya animo masyarakat terhadap emas batangan menyebabkan Antam membatasi transaksi pembelian yang datang langsung ke Antam maksimal seratus lima puluh antrean per hari.

Dengan kenaikan emas batangan milik Anta mini, maka seluruh pecahan yang ada juga menyesuaikan dengan harga baru

Untuk pecahan satu gram di jual Rp 549.000, 5 gram Rp 2.600.000, 10 gram Rp 5.150.000, 25 gram Rp 12.800.000, 50 gram Rp 25.550.0000, 100 gram Rp 51.050.000, 250 gram Rp 127.500.000 dan 500 gram Rp 254.800.000

Dalam rilis terbarunya, situs Antam, “Logam Mulia.com,” menulis, hari ini, Selasa, 28 April 2015, emas global kembali bergerak ke atas USD 1200 per troy ounce di awal perdagangan New York pada hari Senin.

Emas mencatat kenaikan terbesar sejak Januari karena spekulasi pada suku bunga AS akan tertekan sehingga membuat volatilitas pada pergerakan logam emas.

Kenaikan ini melebihi angka dua persen dan berada di atas posisi US$ 1.200 per ounce, dan menjadi kenaikan satu hari terbesar sejak Januari akibat aksi short covering yang memicu lebih banyak pembelian.

Kenaikan ini melampui harga sesi sebelumnya dalam lima pekan. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup naik dua koma empat persen pada posisi US$ 1.203,20 per ounce.

“Ini cukup undervalued dan kami telah memiliki periode panjang konsolidasi sekitar US$ 1.200 mark,” kata Mark O’Byrne, Direktur Riset Bullion GoldCore.

O’Byrne mengatakan ada beberapa faktor yang memacu rally harga emas, short-covering bisa menjadi pendorong utama saat ini.

Dolar jatuh ke posisi terendah dalam tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang dan mungkin telah memaksanya turun dari posisi bearish mereka, menurut Fawad Razaqzada, Analis Teknis Forex.com dalam sebuah catatannya.

Dia menulis, prospek teknis emas lebih konstruktif secara tiba-tiba.
Investor akan mengamati pernyataan kebijakan Federal Reserve pada Rabu ini terkait petunjuk tentang waktu kenaikan suku bunga AS. Tanda-tanda bahwa kebijakan akan diperketat lebih awal bisa menekan emas.

“Konsensus pasar tidak mengharapkan kenaikan suku bunga pertama akan diumumkan pada pertemuan minggu ini, tapi komentar (Fed) akan diawasi dengan ketat terutama mengingat PDB kuartal I, yang juga akan dirilis Rabu ini,” kata UBS dalam sebuah catatan.

Permintaan emas fisik di pasar Asia utama saat ini positif setelah pekan lalu mengalami kejatuhan harga, kata para dealer, dengan premi Shanghai bergerak naik ke posisi US$ 4 per ounce.

The Fed akan memulai pertemuan selama dua hari yang secara luas diperkirakan akan tetap stabil melakukan kebijakan, terutama ketika data GDP AS untuk Q1 yang akan keluar pada hari Rabu.

Diperkirakan data GDP akan keluar tepat di 1%, mengingat upaya luar biasa yang dibuat dalam beberapa tahun terakhir untuk merangsang pertumbuhan dan inflasi.

Jika ada penahanan yang signifikan pada sisi negatifnya, maka kenaikan suku bunga pada tahun 2015 akan berpotensi ditunda dan akan menempatkan dolar di bawah tekanan yang akan memberikan manfaat untuk emas.

Harga Emas bergerak naik setelah data industri China menurun di bulan Maret dan memperkuat kasus bahwa Beijing harus menambah stimulus kepada pasar.

Harga emas naik sebanyak tujuh puluh persen dari Desember 2008 hingga Juni 2011 ketika bank sentral memberikan peningkatan pasokan uang dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya dan memacu kekhawatiran terhadap inflasi yang akan bergerak sangat cepat.

Yunani melakukan reshuffle tim negosiasi bailout pada hari Senin, setelah tiga bulan pembicaraan dengan pihak kreditur gagal untuk membuka bantuan. Pertemuan dengan menteri keuangan Eropa juga berakhir pada kebuntuan.

logam mulia.com marketwatch dan bloomberg

Komentar