Hari Ini Harga Emas Kembali Tergelincir

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 Mei 2018 | 07:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Selasa, 15 Mei, harga emas global di New York, kembali tergelincir bersamaan dengan  penguatan dolar AS.

Namun begitu, pelemahan harga emas tidak terlalu dalam karena investor tengah menunggu data-data ekonomi AS.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan “bloomberg,” Selasa pagi WIB, , harga emas di pasar spot turun nol koma tiga  persen per ounce pada perdagangan tengah malam waktu London dan  menghapus keuntungan sebelumnya setelah dolar AS bergerak menguat.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni  juga turun  nol koma dua persen per ounce.

Nilai tukar dolar AS naik pada perdagangan Senin dan menghapus kerugian yang telah dicetak sebelumnya.

Pelemahan dolar AS sebelumnya terjadi karena investor mempertanyakan apakah dolar AS akan kembali reli seperti yang terjadi apda pekan sebelumnya.

“Harga emas memang sangat sensitif terhadap nilai tukar dolar AS,” jelas analis senior RJO Futures, John Caruso.

Kenaikan dolar AS membuat emas yang merupakan komoditas yang diperjualbelikan menggunakan dolar AS lebih mahal bagi mereka yang bertransaksi menggunakan mata uang lainnya.

“Kami melihat banyak aksi yang akan mempengaruhi harga emas pada pekan ini,” lanjut Caruso.

Salah satunya adalah angka penjualan ritel AS yang bisa menunjukkan tingkat penguatan ekonomi sehingga membantu Bank Sentral AS untuk menentukan arah kebijakan suku bunga acuan.

Jika angka ekonomi tersebut membaik tentu saja akan menjadi sinyal bagi bank sentral AS untuk mendorong kenaikkan suku bunga.

Jika suku bunga naik akan menajdi pemberat gerak emas.

Pada penutupan pekan lalu, harga emas juga melemah karena dipengaruhi pergerakan dolar AS. Namun ditutup menguat selama sepekan.

Selama sepekan, harga emas naik nol koma lima persen, dan menandai kenaikan mingguan pertama dalam satu bulan.

Harga emas mempertahankan kenaikan moderatnya usai laporan menunjukkan kenaikan taham impor pada April.

Ini mendorong spekulasi ada sedikit risiko inflasi yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat mempengaruhi keputusan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve.

Pergerakan harga emas pada pekan ini bagaimanapun juga menempatkan untuk dekati level tertinggi dalam delapan bulan.

“Ini menempatkannya dekati level tertinggi delapan bulan dalam euro dan poundsterling, dan mencapai level tertinggi dalam dua tahun,” kata Kepala Riset BullionVault. Adrian Ash.

“Ini kemungkinan akan mendorong lebih banyak pasokan baik dari penambang non AS maupun dari investor ritel,” tambah dia.

Komentar