Hari ini Emas Dunia Kembali Terhenyak

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Juli 2018 | 08:37 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah dua hari terakhir mengalami kenaikan tipis, hari ini, Jumat, 28 Juli, harga emas kembali memudar bersamaan dengan perkasanya dollar dalam perdagangan di berbagai bursa.

“Harga emas melemah di bawah tekanan penguatan dolar   dan merespon meredanya ketegangan perdagangan, setelah Amerika Serikat setuju untuk menahan diri dari rencana mengenakan tarif impor pada mobil produksi Uni Eropa,” tulis laman ekonomi dan keuangan “blommberg” Jumat pagi WIB.

Kedua pihak juga akan memulai pembicaraan untuk memotong hambatan perdagangan lainnya.

Kedua pimpinan negara mengumumkan pada hari Rabu setelah menggelar pertemuan di Gedung Putih.

Ditulis “blomberg”  harga emas di pasar spot emas tergelincir hapir setengah persen atau persisnya nol koma empat persen per ounce, setelah naik nol koma enam persen sehari sebelumnya

Di awal sesi, harga logam ini mencapai harga tertingginya  dalam lebih dari seminggu.

Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga turun nol koma persen  per ounce.

Emas memang selalu mengalah dari aset lain seperti saham ketika kekhawatiran tentang kondisi keuangan dan politik global memudar.

“Kenaikan ini sebagian berkaitan dengan berita bahwa Trump dan Uni Eropa menyerukan gencatan senjata pada perang dagang dan penghentian kenaikan tarif,” kata Analis Logam Mulia Natixis, Bernard Dahdah.

Namun dia mengatakan, penurunan harga emas sejak April menjadi permasalahan yang lebih besar daripada terkait perdamaian Uni Eropa-AS saat ini.

Emas saat ini diperdagangkan sekitar 10 persen lebih tinggi dari April karena tekanan dari dolar yang lebih kuat, yang telah meningkat sekitar lima persen pada waktu itu.

Mata uang AS ini telah naik nol komadua2 persen pada hari Kamis.

Sementara itu, indeks ekuitas dunia MSCI naik ke posisi tertinggi sejak Maret, menandakan permintaan investor untuk aset berisiko tinggi.

“Pemulihan euro terhadap greenback juga gagal mengangkat bullion, membenarkan bahwa ada sedikit minat investor untuk logam mulia saat ini,” kata Kepala Analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa menegaskan kembali bahwa mereka akan mengakhiri program stimulusnya tahun ini, seraya mengatakan risiko dari konflik perdagangan global yang tidak dapat diprediksi tidak menjamin pembatalan apapun dari rencananya.

Investor juga tengah mengawasi data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal kedua, yang diharapkan pada hari Jumat.

Adapun, untuk harga logam mulia lainnya, perak tercatat setengah persen lebih rendah  setelah

Harga Palladium turun satu persen Ini menyentuh posisi tertinggi lebih dari satu minggu .

Komentar