Hari Ini Harga Emas Benar-Benar Ambruk

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Desember 2017 | 08:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas benar-benar ambruk hari ini, Jumat, 08 Desember, setelah penguatan dollar di Wall Street yang terpicu oleh kebijaksanaan perpajakan di Amerika Serikat.

Penurunan ini mencapai satu persen dan merupakan yang terburuk sepanjang empat bulan terakhir.

Seperti ditulis laman “bloomberg” Jumat pagi WIB,  harga emas yang turun ini  mendekati posisi terendah dalam empat bulan

Dan ini merupakan isu tentang perpajakan yang membuat dolar AS  terpicu optimisme

Harga memantul dari titik terendah empat bulan  per ounce.

Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga  turun  satu persen.

Harga emas pecah dari kisaran perdagangan tingginya baru-baru ini, usai tergelincir di bawah rata-rata pergerakan dua ratus hari sebesar US$ 1.267.

Sejak pertengahan Oktober, harga emas berada di antara US$ 1.265 dan US$ 1.300 per ounce, karena investor lari ke pasar saham, yang membuat Wall Street mencetak rekor.

Keuntungan pasar saham mengurangi pembelian emas, apalagi ada harapan bahwa Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga bulan ini.

“Dari segi teknis, banyak pedagang stop-loss di bawah US$ 1.262, dan hari ini pasar sedang berjalan karena alasan ini,” kata Analis utama ActivTrades Carlo Alberto de Casa

Dolar AS yang lebih kuat juga memicu penjualan emas.

Dolar menyentuh level tertinggi dalam dua minggu, karena optimisme jika AS akan mendorong rilisnya paket pajak melalui Senat dari Republik sebelum batas waktunya pada 22 Desember.

Di pasar keuangan, AS akan merilis data payroll non-farm, sebuah barometer kunci ekonomi negara ini.

Kemudian pada pekan depan, Federal Reserve diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga dan panduan tentang laju kenaikan bung berikutnya.

Sehari sebelumnya, Kamis, harga emas sempat menguat akibat  kekhawatiran meningkatnya  geopolik dari Amerika Serikat, Timur Tengah dan Inggris.

Penguatan harga emas terjadi usai turun satu persen ke level terendah dalam empat bulan.

“Harga emas bangkit dari posisi terendah pada Oktober sebesar US$ 1.260 berkat melemahnya dolar AS dan risiko geopolitik di Amerika Serikat, Timur Tengah dan Brexit,” tulis Analis Accendo Market dalam laporannya, seperti dikutip dari laman Marketwatch

Ada kekhawatiran di Amerika Serikat tentang potensi penghentian sementara pemerintah.

Ditambah keputusan presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel mengancam memicu kerusuhan di Timur Tengah.

Selain itu, investor juga fokus awasi perkembangan pembicaraan Britain Exit  usai pejabat Inggris dan Uni Eropa gagal capai kesepakatan yang akan berlanjut ke negosiasi tahap kedua.

Indeks dolar AS catatkan kenaikan sepanjang Desember usai melemah satu koma enam persen pada November.

Dari rilis data ekonomi juga menunjukkan kalau lapangan kerja sektor swasta AS melambat pada November. Data tenaga kerja AS bertambah seratus sembilan puluh ribu.

Investor menunggu laporan pembayaran nonfarm payroll untuk mengetahui petunjuk lebih lanjut mengenai data lapangan kerja jelang pertemuan the Federal Reserve selama dua hari pada pekan depan.

Sementara itu, sejumlah analis menekan kalau harga emas sudah kembali menguat dari rata-rata pergerakan selaam dua ratus hari usai mengabaikan level pada perdagangan Selasa.

“Telah ada pemulihan yang diharapkan sehingga harga emas kembali ke atas level dua ratus harian,” ujar Analis AxiTrader James Hughes dalam laporannya.

Di sisi lain, negosiasi anggaran pemerintah Amerika Serikat pekan ini akan menjadi support kuat harga emas. Jika kesepakatan tidak tercapai, pemerintah AS akan tutup.

“Penutupan pemerintah akan positif bagi harga emas. Tapi, efeknya cuma sementara karena tidak ada yang memperkirakan AS akan default,” kata Simona Gambarini, commoditie economist Capital Economics kepada CNBC.

Sepanjang bulan lalu, harga emas bergerak di kisaran paling sempit dalam dua belas tahun terakhir.

Komentar