Hari Ini Emas Global Bangkit Kembali

Penulis: Darmansyah

Rabu, 24 Agustus 2016 | 07:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua hari setelah melempem dan terjerembab ke harga terendah selama dua pekan terakhir, hari ini, Rabu, 24 Agustus 2016, emas dunia terdongkrak kembali karena  pelemahan nilai tukar dolar AS akibat investor menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai kenaikan bunga acuan Bank Sentral AS.

Wall Street Journal,  media paling berpengaruh di Amerika Serikat, Rabu pagi menulis, harga emas untuk pengiriman Desember ditutup naik  di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Selama dua hari sebelumnya, harga emas mengalami tekanan.

Pada perdagangan Selasa, WSJ Dollar Index, yang mengukur dolar AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya turun.

Pelemahan dolar AS ini menjadi pendorong harga komoditas yang diperdagangkan dengan menggunakan dolar AS karena sangat menguntungkan bagi mereka yang bertransaksi menggunakan maka uang selain dolar AS.

Logam mulia memang terus mengalami kenaikan pada tahun ini. Penyebab utama adalah rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS.

Penundaan rencana kenaikan suku bunga membuat emas menjadi instrumen investasi pilihan karena memberikan imbal hasil yang lebih besar jika dibanding dengan instrumen lain.

“Saat ini fokus semua pelaku pasar di kebijakan moneter.

Harga emas juga akan terpengaruh dengan kebijakan tersebut.” jelas Analis Komoditas Julius Baer, Carsten Menke.

Pelaku pasar saat ini fokus kepada rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS yang kemungkinan besar akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

Pidato Gubernur The Fed Janet Yellen di pertemuan bank sentral pada Jumat mendatang di Jackson Hole,Wyoming, menarik perhatian.

Pelaku pasar akan melihat sinyal-sinyal yang dikeluarkan oleh Yellen.

Pertemuan ini merupakan pertemuan dari bank sentral di seluruh dunia. Acara dimulai pada Kamis dan Yellen dijadwalkan akan memberikan pidatonya pada Jumat. Acara ini merupakan gelaran tahunan.

Di tahun-tahun sebelumnya, The Fed Biasanya memberikan sinyal kebijakan yang cukup jelas dalam pertemuan ini.

Pada perdagangan kemarin, harga emas merosot dan mencapai posisi terendah dalam dua minggu, dipicu komentar optimistis dari pejabat Bank Sentral AS terkait kondisi ekonomi AS yang mendorong ekspektasi jika bank sentral bisa mengangkat suku bunga lebih cepat.

Harga emas susut terpicu pernyataan orang nomor dua di The Fed Stanley Fischer, yang mengatakan pada pekan lalu jika kondisi tenaga kerja dan inflasi mendekati target bank sentral.

Pernyataan dari Fischer tersebut diikuti komentar Kepala The Fed New York William Dudley yang mengatakan bahwa pasar tenaga kerja telah membaik.

Demikian pula Kepala Kepala The Fed Francisco John Williams yang menilai menunda terlalu lama kenaikan suku bunga bisa mempengaruhi perekonomian

Harga emas merosot dan mencapai posisi terendah dalam dua minggu, dipicu komentar optimis pejabat Federal Reserve  terkait kondisi ekonomi Amerika Serikat yang mendorong ekspektasi jika bank sentral bisa mengangkat suku bunga lebih cepat.

Harga emas susut terpicu pernyataan orang nomor dua di The Fed Stanley Fischer, yang mengatakan pada pekan lalu jika kondisi tenaga kerja dan inflasi mendekati target bank sentral.

Ini diikuti komentar Kepala The Fed New York William Dudley yang mengatakan jika pasar tenaga kerja membaik.

Demikian pula Kepala Fed San Kepala Francisco John Williams yang menilai menunda terlalu lama kenaikan suku bunga bisa mempengaruhi perekonomian.

Harga emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS dan penguatan dolar. “Kami pasti berpikir pemulihan AS berada di trek. Inflasi mulai menjemput, kerja cukup banyak, jadi semuanya datang bersama-sama untuk menyarankan ada kemungkinan yang sangat tinggi dari kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun,” ujar Dan Smith, Analis Oxford Economics.

Rencananya, Gubernur bank sentral dari seluruh dunia akan berkumpul pada pertemuan tahunan di pegunungan Jackson Hole, Wyoming pada 25 Agustus. Di tempat ini, Gubernur The Fed Janet Yellen akan berbicara.

Di sisi lain, dolar kembali menguat terhadap Yen dan Euro, dipicu pedagang yang berharap Fed segera mengeluarkan kebijakannya setelah komentar beberapa pejabatnya pada pekan lalu.

Komentar