Hari Ini Emas Berada Diposisi Terendahnya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 29 Juni 2018 | 07:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia, hari ini, Jumat, 29 Juni, terutama yang diperdagangkan di Comex Merchantil Exchange, New York, benar-benar ambruk dan mencapai titik terendah selama enam bulan terakhir.

Kejatuhan  ini terjadi akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dan Uni Eropa.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan “Bloomberg,” pagi ini, Kamis WIB,  harga emas di pasar spot turunnolkoma tiga persen  per ounce.

Sebelumnya sempat menyentuh harga paling rendah sejak pertengahan Desember lalu.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus stabil .

Penyebab kejatuhan harga emas ini merupakan cerminan dari kebijakan-kebijakan perdagangan AS telah merugikan pasar saham dunia.

Ketegangan perdagangan telah mengerek dolar AS terhadap beberapa mata uang utama. Kurs dolar AS yang menguat mendorong harga emas lebih mahal.

“Ada permintaan investasi ke instrumen safe haven seperti emas, tapi ada juga yang ke dolar AS atau mata uang yang aman lain,” kata Analis Capital Economics Simona Gambarini.

Sedangkan Presiden Pasar Dunia TIAA Bank Chris Gaffney mengaku banyak faktor yang menekan harga emas.

“Terlalu banyak tekanan pada emas dan akan terus melihatnya seperti itu,” paparnya.

Presiden Federal Reserve Boston Eric Rosengren mengatakan, bank sentral harus terus menaikkan suku bunga acuan secara bertahap untuk mengurangi risiko kesalahan kebijakan utama.

Saat ini, investor tengah fokus pada pertemuan para pemimpin Uni Eropa untuk membahas berbagai masalah, seperti migrasi, brexit, dan perdagangan.

Sehari sebelumnya, harga emas juga  diperdagangkan di posisi terendah

Hal itu didorong data perumahan yang menunjukkan lebih sedikit konsumen yang berkomitmen membeli rumah pada Mei.

Sentimen itu berdasarkan data National Association of Realtors.

Penjualan rumah tertunda di Amerika Serikat  turun setengah persen pada Mei.

Hal ini menandai penurunan lima bulan berturut-turut. Perkiraan konsensus ada kenaikan satu koma satu persen.

Harga emas diperdagangkan di posisi terendah usai data ekonomi tersebut dirilis. Harga emas untuk pengiriman Agustus turun nol koma dua puluh sembilan persen

Pada awal sesi, harga emas mencapai titik terendah, sebagian besar terseret oleh dolar AS.

Ekonom NAR Lawrence Yun menggambarkan musim beli rumah pada musim semi tahun ini membuat harapan tidak terpenuhi.

Hal itu mengingat aktivitas melambat sehingga pasokan rendah ketimbang kurangnya permintaan.

“Di sebagian besar negara terus menggambarkan pasar mereka sangat kompetitif dan bergerak cepat tetapi tanpa cukup persediaan baru dan yang ada untuk dijual, aktivitas pada dasarnya berhenti,” ujar Yun, seperti dikutip dari laman Kitco, Kamis  pagi WIB.

Ia menuturkan, beberapa calon pembeli pada musim semi ini tetap di luar pasar karena keterbatasan pasokan dan keterjangkauan ekonomi yang sehat.

“Harus membuat pelaku pasar untuk mencari aktif terutama dari tenaga kerja atau pegawai yang cari rumah. Setiap kenaikan inventaris pasti akan membantu mereka menemukan rumah,” ujar dia.

Para ekonom mengamati angka penjualan rumah karena itu indeks dipandang sebagai barometer ke depan untuk pasar perumahan.

Harga minyak melonjak seiring stok minyak mentah Amerika Serikat merosot. Hal itu menambah kekhawatiran pasokan di pasar.

Apalagi sebelumnya pasokan juga sudah dipengaruhi dari situasi tidak pasti mengenai ekspor Libya, gangguan produksi di Kanada dan tuntutan Washington kalau importer berhenti beli minyak mentah Iran pada November.

Kapasitas cadangan yang sedikit, menurut Partner Again Capital Management John Kilduff mengimbangi gangguan produksi lebih lanjut.

Komentar