Harga Emas Jeblok Usai Rilis Data Ekonomi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 8 Maret 2018 | 08:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari setelah berkibar lewat kenaikan tipis, hari ini, Kamis, 08 Maret, harga emas kembali jeblok akibat  data tenaga kerja sektor swasta pada Februari dan dolar Amerika Serikat  yang menguat.

Merosotnya harga emas ini terjadi usai the Federal Reserve atau bank sentral AS merilis the Fed Beige Book yang menunjukkan aktivitas ekonomi AS.

Harga emas untuk pengiriman April langsung keok turun nol koma enam persen per ounce.

Sebelumnya harga emas sempat berada di level tertinggi sejak pertengahan Februari lalu

Pergerakan dolar AS membayangi harga emas.

Indeks dolar AS naik 0,1 persen di kisaran 89,66. Sebelumnya sempat di posisi 89,41.

Harga komoditas ini seiring berlawanan dengan dolar AS lantaran pengaruhi investor yang memegang mata uang lain.

“Dolar AS masih pengaruhi harga emas,” ujar Managing Partner Altavest, Michael Armbruster seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis pagi WIB.

Dolar AS merosot ke level terendah dalam enam belas bulan terhadap yen pada pekan lalu.

Investor pun mencari aset investasi aman seperti logam dan yen.

Sedangkan harga emas sempat menguat ketika dolar AS melemah dan penasihat ekonomi AS Gary Cohn mengundurkan diri imbas rencana kebijakan pengenaan tarif impor baja.

“Cohn mengundurkan diri menandakan Presiden AS Donald Trump serius soal tarif impor baja. Jika dolar AS bereaksi terhadap hal itu ada kemungkinan harga emas dapat menguat,” kata Armbruster.

Rilis data ekonomi AS juga pengaruhi harga emas. Pada Rabu waktu setempat, ADP melaporkan penambahan tenaga kerja dua ratus tiga puluh lima ribu pada Februari.

Sementara itu, defisit perdagangan naik lima persen.

“Kenaikan data tenaga kerja ADP akan kembali mendorong fokus investor terhadap kenaikan bunga bank sentral AS pada taun ini

Jika data ini konsisten data tenaga kerja AS akan lebih baik,” ujar Jeff Wrights, Chief Investment Officer Wolfpack Capital.

Harga emas ini juga memantul dari posisi terendah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada Komite Perbankan Senat jika dirinya tidak melihat bukti adanya kemajuan soal upah.

Ucapannya membuat beberapa kekhawatiran jika kenaikan suku bunga akan lebih besar, dan membuat harga emas anjlok. Adapun suku bunga yang lebih tinggi mendorong investasi emas jadi tidak menarik.

Di sisi lain, penguatan dolar seiring keluarnya data ekonomi AS yang solid memicu harapan Fed bisa menaikkan suku bunga sebanyak empat kali tahun ini. Tekanan penguatan dolar, membuat mata uang lain terpengaruh.

“Harga emas turun seiring penguatan dolar pada hari ini, dan kami masih mendengar ekspektasi suku bunga dan Euro yang tergelincir setelah angka inflasi Eropa menunjukkan angka tidak membaik seperti harapan,” kata Chris Gaffney, Presiden Pasar Global EverBank.

Komentar