Harga Emas Hari Ini Sudah Sangat Murah

Penulis: Darmansyah

Kamis, 16 Agustus 2018 | 08:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari setelah menmgalami kenaikan, hari ini, Kamis, 16 Agustus, harga emas di Comex Merchantil Exchange, New York, kembali tergelincir karena menguatnya dollar terhadap segepok mata uang asing.

{elemahan harga emas ini merupakan yang  terendah dalam satu setengah tahun terakhir di tengah sektor logam yang tertekan.

Indeks dolar AS melanjutkan reli ke posisi tertinggi dalam empat belas  bulan.

“Harga emas jatuh ke level terendah dalam delapan belas bulan seiring dolar AS mencapai posisi tertinggi dalam lima belas bulan.”

“ Hal ini seiring permintaan karena kekhawatiran gejolak keuangan di Turki,” ujar Wakil Presiden Direktur Oanda, Dean Popplewell, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis  pagi WIB.

Ketakutan terburuk penularan langsung dari situasi keuangan Turki yang memburuk. Akan tetapi, hal tersebut tidak cukup untuk halangi minat terhadap dolar AS.

Harga emas melanjutkan tekanan usai tiga laporan data ekonomi antara lain penjualan ritel, produktivitas dan manufaktur.

Data ekonomi tersebut menghalangi harapan pasar terkait kenaikan suku bunga acuan AS yang diperkirakan naik lagi sebanyak dua kali pada tahun ini.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun satu koma tiga persen  per ounce.

Selama pekan ini, harga emas susut dua koma sembilan persen. Usai tertekan  delapan koma tiga persen dalam tiga bulan terakhir, harga emas telah susut sepuluh persen pada 2018.

Harga emas gagal untuk menguat seiring gejolak geopolitik. Namun, dolar AS lebih kuat sehingga tahan harga emas.

Secara teknikal, harga emas belum gagal untuk menguat usai turun di bawah level psikologis USD 1.200 untuk pertama kali dalam setahun.

Dolar AS lebih kuat dalam menjadi negatif untuk harga komoditas.

Harga komoditas akan lebih mahal dalam mata uang lainnya. Indeks dolar AS naik nol koma satu persen  dan dekati level tertinggi dalam setahun terakhir.

“Lira Turki telah stabil tetapi mata uang lainnya masih goyah. Pelaku pasar dan investor global pun gelisah penularan mata uang lainnya dapat berkembang karena dolar AS terus menguat terhadap sebagian besar mata uang dunia lainnya,” ujar Analis Kitco Jim Wyckoff, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Ia menuturkan, harga emas berpotensi ke posisi USD 1.150. Akan tetapi, dalam jangka pendek, harga emas untuk pengiriman Desember di level resistance di kisaran USD 1.226.

Sementara itu, harga logam lainnya, harga perak turun empat persen per oune. Harga platinum sentuh level terendah dalam  sepuluh tahun

Sementara harga palladium jatuh enam persen per ounce. Sedangkan harga tembaga susut empat koma lima persen  per pound.

Sehari sebelumnya harga emas dunia di Comex Merchantil Exchange, New York, kembali bergerak naik kerena amblasnya dollar dari posisi tertingginya.

Seperti ditulis laman keuangan dan ekonomi “blommberg,” pagi ini, Rabu, 15 Agustus, harga emas naik dari posisi terendah dalam delapan belasbulan terakhir

Harga berjangka kembali ke atas level USD 1.200 per ounce.

“Pendorong penguatan harga emas adalah kejatuhan dolar AS dari level tertinggi,” tulis “bloomberg”.

Selain itu, sentimen pendorong lain yang membuat harga emas naik adalah perkiraan dari para analis yang menyatakan bahwa penurunan harga emas sudah terlalu dalam.

Harga emas di pasar spot naik sangat tipis, nol koma nol empat persen  Selasa siang waktu London.

Pada sesi sebelumnya, harga emas mencapai  posisi  terendah sejak Januari  tahun lalu.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember ditutup naik  nol koma dua persen  per ounce.

Dolar AS mulai melemah terhadap sekeranjang mata uang dunia dan mata uang negara-negara berkembang setelah sebelumnya mengalami penguatan yang cukup besar.

Penguatan dolar AS karena kekhawatiran gangguan krisis Turki terhadap ekonomi dunia.

Selain itu, pendorong penguatan harga emas juga karena adanya pembelian instrumen safe haven karena kekhawatiran akan krisis Turki.

“Emas adalah lindung nilai inflasi yang telah terbukti dan aset safe-haven dalam kasus guncangan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan kami percaya bahwa kelemahan saat ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pemulihan sektor yang kurang dihargai ini,” kata David Baker, analis dari Baker Steel Capital Managers.

Pada perdagangan sehari sebelumnya,  harga emas merosot di bawah USD 1.200 per ounce dipicu penguatan dolar AS dan investor meninggalkan emas beralih ke obligasi AS.

Investor tradisional menggunakan emas sebagai instrumen lindung nilai aset mereka selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi dan inflasi, tetapi tahun ini mereka gagal untuk mendapatkan keuntungan.

Sebagai gantinya, para investor langsung menuju obligasi AS, yang dipandang sebagai tempat berlindung paling aman, yang berarti mereka harus membeli dolar AS.

Lira telah jatuh dipicu kekhawatiran atas meningkatnya kontrol Presiden Turki Tayyip Erdogan atas ekonomi dan memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat.

Pelarian investor telah mengangkat hasil obligasi AS dari posisi terendah empat minggu.

Indeks dolar AS menyentuh level tertinggi tiga belas bulan sebelum memangkas kenaikan. Penguatan dolar AS membuat aset berdenominasi dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan emas.

Komentar