Harga Emas Hari Ini Makin Amblas

Penulis: Darmansyah

Kamis, 1 Desember 2016 | 14:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari-hari ini, harga emas global dan lokal benar-benar amblas dan jatuh ke level terendah dalam sepuluh  bulan.

Kajatuhan harga emas ini ditandai dengan penguatan dolar Amerika Serikat dan harga minyak melonjak pengaruhi yang menyebabkan emas diabaikan sebagai sumber investasi menguntungkan.

Pada perdagangan Kamis pagi WIB, 01 desember 2016,  harga emas untuk pengiriman Februari di divisi Comex turun ke level paling bawah

Penguatan laporan data tenaga kerja ADP dan survei ISM Chicago business juga telah menekan harga emas ke level terendah.

Berdasarkan data ADP, data tenaga kerja naik menjadi 216 ribu pada November, dan ini melebihi harapan pasar.

Rilis data ekonomi tersebut mendorong spekulasi bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve segera menaikkan suku bunga. Data ekonomi positif juga mendorong kenaikan indeks dolar AS.

Pertemuan OPEC di Vienna, Austria juga akhirnya memutuskan memangkas produksi  minyak. Hasil pertemuan itu mendorong lonjakan harga minyak.

Kenaikan harga minyak itu sedikit membantu harga emas dan perak.

Mengutip laman Kitco, Kamis pagi WIB, ketidakpastian referendum Italia pada 4 Desember soal reformasi konstitusi juga akan mempengaruhi harga emas.

Hasil keputusan referendum Italia dapat membantu mendorong harga emas di tengah ketidakpastian.

Bila melihat secara bulanan, harga emas turun delapan persen sepanjang November, dan terbesar sepanjang tahun ini.

Sementara itu, data survei pekerjaan dari ADP dilaporkan membaik dan menciptakan beberapa risiko terbalik untuk laporan nonfarm payrolls pada hari Jumat.

Presiden Fed Dallas, Kaplan menekankan penghapusan kebijakan akomodasi secara bertahap, tetapi tidak mengatakan kapan waktu kenaikan suku bunga.

Gubernur Fed, Jerome Powell mengatakan bahwa waktu kenaikan suku bunga harus dipikirkan matang.

Kedua pandangan konsisten tersebut menyatakan bahwa proses normalisasi harus dipikirkan pada pertemuan berikutnya.

Hal ini didasarkan pada dolar yang terus menguat sehingga meningkatkan kekhawatiran tekanan pertumbuhan ekonomi.

Tekanan badai emas telah membuat selera investasi berisiko bergerak lebih tinggi ketika pasar saham, imbal hasil obligasi meningkat.

Arus uang keluar dari bursa exchange traded fund dan penarikan uang investor secara spekulatif juga membuat harga emas semakin tertekan.

Pasar belum berpikir bahwa tekanan akan berhenti karena seharusnya jika harga emas lebih rendah maka akan menarik permintaan yang lebih tinggi.

Namun situasi di India telah mengerem pasar untuk membeli emas.

Penarikan uang yang dilakukan pemerintah untuk melawan “black money” di India yang merupakan konsumen emas terbesar kedua di dunia, telah memukul permintaan emas selama musim pernikahan.

Komentar