Harga Emas Global Terus Menyusut

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Mei 2016 | 10:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global bergerak ke bawah bersamaan dengan munculnya suara dari “speaker” The Fed tentang akan terjadinya kenaikan suku bunga di awal Juni mendatang.

Dampak dari penurunan harga emas dunia ini, Selasa pagi WIB, 24 Mei 2016, langsung di terjemahkan oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam sebagai “wait and see” dan menyebabkan harga menjadi stagnan.

Hari senin waktu New York, atau Selasa pagi WIB, emas kembali terjun ringan dengan menyentuh harga terendah tiga minggu ketika pembuat kebijakan Federal Reserve memberikan sentimen hawkish.

Sentimen ini diiringi suara tentang  kemungkinan suku bunga jangka pendek akan dinaikkan secara bertahap sehingga memberikan tekanan lebih lanjut pada logam emas.

Emas berjangka beringsut lebih rendah pada sesi sebelumnya dengan memperpanjang kekalahan beruntun ketika Federal Reserve terus memberikan sinyal akan segera menaikkan suku bunga.

Emas memperpanjang kerugian minggu lalu pada perdagangan semalam setelah Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, James Bullard menegaskan bahwa bank sentral AS memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga secara bertahap jika ekonomi membaik seperti yang diharapkan.

Berbicara pada the Official Monetary and Financial Institutions Forum di Beijing, Bullard menekankan bahwa ia melihat faktor lainnya yang mendukung serangkaian kenaikan suku bunga.

Presiden San Francisco Fed John Williams mengatakan dalam sebuah penampilan di New York bahwa ia berpikir kenaikan suku bunga sebanyak dua sampai tiga kali pada tahun ini dapat dilakukan.

Pada tahun ini FOMC masih menahan tingkat federal Funds tidak berubah Kemudian dalam sesi tanya jawab, Williams mengaku ia tidak yakin apakah FOMC akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni.

Bank sentral Rusia dilaporkan terus menambah cadangan emas dengan melakukan pembelian emas sebanyak lebih dari lima belas ton pada bulan April.

Jumlah tersebut cukup menarik karena penambahan pembelian ukuran yang sama terjadi juga pada bulan sebelumnya.

Rusia secara signifikan telah membeli lebih banyak emas daripada China pada tahun ini dengan cadangan yang dimiliki oleh The Peoples Bank of China.

Di pasar spot, harga emas turun  ke level terendah sejak 28 April di awal perdagangan.

Harga logam tertekan sejak bank sentral AS rilis hasil pertemuan April pada pekan lalu.

Pejabat bank sentral AS menunjukkan kalau ekonomi AS siap untuk hadapi kenaikan suku bunga pada bulan depan.

Suku bunga tinggi menjadi kesempatan untuk memegang investasi non logam. Pernyataan pejabat bank sentral AS St Louis James Bullard juga mempengaruhi pasar.

James menuturkan kalau suku bunga bank sentral AS rendah telah membuat kondisi pasar keuangan tak stabil dan pasar mengharapkan kenaikan suku bunga dapat juga buat situasi “baik”.

“Hasil pertemuan bank sentral AS kelihatan menunjukkan lebih agresif dari yang diharapkan, dan mengubah sentimen. Ada kemungkinan bank sentral AS menaikkan suku bunga pada Juni atau Juli,” ujar Analis ABN Amro Georgette

Pada pekan ini bank sentral AS juga akan memberikan pernyataan. Pimpinan bank sentral AS Janet Yellen akan memberikan pidato di Universitas Harvard.

Di dalam negeri, harga emas yang dirujuk ke  PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam  tak bergerak pada perdagangan di hari kedua pekan ini.

Antam menjual emas di harga Rp 586 ribu per gram pada Selasa pagi WIB, sama dengan harga sehari sebelumnya.

Berbeda, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam naik Rp 1.000 per gram menjadi Rp 532 ribu per gram. Artinya jika Anda hendak menjual emas Antam maka akan dihargai Rp 532 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu  kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu  gram hingga 500 gram dan menjelang siang WIB, Selasa,  stok emas seluruh ukuran masih tersedia.

Komentar