Harga Emas Global Menggeliat

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 Oktober 2013 | 11:26 WIB

Dibaca: 4 kali

Kesepakatan Senat Amerika serikat untuk menghentikan “shutdown” pemerintahan federal mendongkrak harga emas di pasar New York sebesar 9,1 dollar untuk setiap “try once”nya. Kenaikan harga ini, yang oleh pengamat dikatakan temporer, tidak memengaruhi pasar emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk dalam pembukaan perdagangan Kamis, 17 Oktober 2013, setelah jeda dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan. Pada perdagangan hari ini, emas produksi Antam dijual Rp 525.000 per gram.

Seperti ditulis di situs resmi Antam, “Logammulia.com,” Kamis, untuk harga beli kembali atau dikenal dengan istilah “buy back” emas produksi perusahaan milik negara ini dipatok di harga Rp 455.000 per gram atau turun Rp 4.000 dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 459.000.

Kesepakatan Senat untuk membiayai pemerintahan federal hingga pertengahan Januari mendatang, menyebabkan harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup di tingkat tertinggi sejak 10 Oktober 2013.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 9,1 dollar AS, atau 0,71 persen, menjadi menetap di 1.282,3 dollar AS per ounce.

Senat AS mencapai kesepakatan pada Rabu yang akan membiayai pemerintah hingga 15 Januari dan menaikkan pagu utang sampai 7 Februari.

Meskipun Senat dan DPR masih perlu untuk memutuskan perjanjian tersebut, pasar emas telah memperoleh kepercayaan bahwa ekonomi global tidak akan mengalami dampak negatif dari gagal bayar utang AS. Hal ini positif bagi emas.

Terlebih lagi, jika Senat AS hanya meningkatkan batas utang sampai Februari dan dana-dana pemerintah sampai pertengahan Januari, ketidakpastian akan berlanjut pada masa mendatang. Dalam keadaan seperti itu, Federal Reserve mungkin mempertahankan pelonggaran kuantitatif selama beberapa bulan setidaknya, juga mendukung emas.

Sebenarnya, emas telah naik yang menyimpang dari dollar yang lebih kuat pada Rabu. Analis pasar mengambil langkah tidak konvensional ini sebagai tanda emas berada dalam keadaan oversold, yang menopang emas.

Selain itu, permintaan yang kuat dari China dan India juga terus mendukung harga emas di pasaran global.
Pemimpin Senat AS mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan anggaran yang telah terjadi. Tapi perjanjian ini, hanya menawarkan kesepakatan sementara sampai dengan 15 Januari, dan kemungkinan menyebabkan shutdown pemerintah lain.

Permintaan untuk koin emas AS telah melonjak pada Oktober mendongkrak dari penjualan lemah yang baru-baru ini terjadi, didorong oleh bargain-hunting, karena harga sudah jatuh di bawah USD1.300 per troy ons, dan menjadi aset safe-haven untuk mengatasi kebuntuan anggaran AS.

Perdagangan emas batangan di Antam hari Kamis pagi masih adem ayem. Antam menjual emas ukuran dua gram dengan harga Rp 1.010.000 atau Rp 505.000 per gram. Untuk ukuran 2,5 gram dijual Rp 1.252.000 per bar, dengan harga per gram Rp 501.000, sedang untuk tiga gram dihargai Rp 1.497.000 per bar, dengan harga per gram Rp 499.000.

Emas ukuran 4 gram dijual Rp 1.984.000 per bar, dengan harga per gram Rp 496.000. Emas 5 gram dibanderol Rp 2.480.000 per bar atau Rp4 96.000 per gram. Emas 10 gram dijual Rp 4.910.000 juta per bar atau Rp 491.000 per gram.

Emas 25 gram dijual Rp 12.200.000 atau Rp 488.000 per gram. Emas 50 gram dijual Rp 24.350.000 per bar atau Rp 487.000 per gram. Sementara emas ukuran 100 gram dibanderol Rp 48.650.000 per bar atau Rp 486.500 per gram.

Sementara untuk emas ukuran 250 gram, dibanderol di harga Rp 121.500.000 atau Rp 486.000 per gram. Emas 50 gram Rp 242.800.000 per bar atau Rp 485.600 per gram.

Komentar