Harga Emas Global Masih “Wait And See”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 Juli 2015 | 09:36 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah terlunta-lunta di dasar jurang harga termurah, hari ini, Selasa, 28 Juli 2015, patokan harga emas di New York, seperti dikutip “nuga” dari situs “bloomberg” yang terbaru, bergerak sedikit keatas menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal dengan Federal Reserve AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik sebelas dollar atau satu.

Logam mulia mendapat dukungan menjelang pertemuan FOMC meskipun analis mengatakan bahwa Federal Reserve tidak mungkin mengubah pendapatnya sejak pernyataan kebijakan baru-baru ini atau kesaksian Ketua Fed Janet Yellen Chair di kongres bulan ini.

Pertemuan dijadwalkan Selasa dan Rabu, akan berakhir dengan konferensi pers pada Rabu sore di New York.
Kenaikan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan tingkat pengembalian, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Analis awalnya memperkirakan suku bunga naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan lebih lemah dari perkiraan, harapan itu didorong kembali ke September. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni sembilan tahun lalu sebelum awal krisis keuangan Amerika Serikat.

Emas juga mendapat dukungan karena Indeks Dollar AS turun. Indeks adalah ukuran dari dollar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Aktivitas harga emas masih bergerak cukup terbatas di kisaran rendah. Pasar dan investor emas masih “wat and see” terhadap hasil pertemuan FOMC pada minggu ini, untuk mendapatkan beberapa sinyal kenaikan suku bunga the Fed.

The Fed akan memulai pertemuan selama dua hari dan bank sentral AS telah menyarankan bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan pada bulan September, namun pasar masih melihat ke bulan Desember atau awal tahun 2016.

Saat ini, pasar saham AS berada di bawah tekanan dimana index Dow Jones jatuh ke level terendah lima bulan. Jika saham AS tetap masih berada di bawah tekanan, maka akan sulit bagi The Fed untuk menentukan kapan kenaikan suku bunga AS.

Kita pernah lihat bahwa pemerintah China secara besar-besaran telah melakukan intervensi di pasar saham dan Beijing mengatakan akan berencana membeli saham untuk menstabilkan pasar dan sentimen investor serta mencegah risiko sistemik.

Risiko yang terjadi di pasar saham Cina baru baru ini, kemungkinan akan membuat rencana kenaikan suku bunga AS akan sedikit tertahan. Walaupun The Fed telah menyatakan bahwa indikator kenaikan suku bunga berada di sektor pekerjaan dan target inflasi.

BoJ secara agresif telah membeli saham di bursa ETF selama beberapa waktu untuk menopang pasar keuangan dan sebagai bagian dari rencana abenomics.

Sejak awal, telah ada kabar bahwa program ECB akhirnya akan lebih diperluas lagi dengan melakukan pembelian saham secara langsung. Pasar akan melihat bahwa likuiditas akan berjalan masuk ke pasar saham.

Sementara itu, menurut Mike Armbruster, pendiri Altavest Worldwide Trading mengatakan, harga emas naik mendorong dari sentimen fundamental dan teknis.

“Secara teknis, harga emas memantul naik dari level support yang panjang. Indikator berada di wilayah oversold dalam. Akan tetapi penurunan harga emas dapat berlanjut bulan depan,” kata Armbruster.

Hal senada dikatakan, CEO Sharps Pixley, Ross Norman. Ia mengatakan, momentum pasar emas masih berada tren turun. Ia menuturkan, harga emas belum sentuh level terendah. Dengan tren emas menurun dapat jadi kesempatan baik untuk membeli.

Penguatan emas didorong oleh dolar Amerika Serikat melemah mengantisipasi hasil rapat moneter bank sentral AS pada pekan ini.

“Pelemahan dolar AS mengantisipasi hasil rapat moneter Bank Sentral AS pada Kamis dini hari pekan ini mendorong penguatan harga emas,” ujar Ariston Tjendra, Head Research and Analyst Monex.

Harga emas anjlok disebabkan spekulasi meningkat akan naiknya suku bunga AS pada 2015, sehingga mengurangi daya tarik emas karena tidak memberi bunga seperti aset lain. Pada saat sama, pembelian emas oleh China kurang dari yang diharapkan para analis. Hal itu membuat dolar Amerika Serikat terus semakin kuat

Indeks dolar Amerika Serikat sempat tergelincir terhadap sebagian besar mata uang utama menjelang pertemuan bank sentral AS juga mendorong kenaikan harga emas. Ada harapan meningkat kalau suku bunga dapat naik sebelum tahun baru.

Komentar