Harga Emas Global Kembali Terseok

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Mei 2014 | 10:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari setelah merangkak naik, hari ini harga emas batangan yang dijual Logam Mulia, milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, turun kembali posisi awal pekan Selama dua pekan terakhir , harga emas Antam naik-turun tipis.

Naik turunnnya harga emas milik Anta mini disebabkan dampak dari harga emas global yang tidak stabil. Hari ini emas global terperosok lagi karena terjadinya penguatan dollar.

Seperti dikutip “nuga.co” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Rabu, 14 Mei 2014, harga emas Antam turun Rp 1.000 per gram dari Rp 530.000 per gram menjadi Rp 529.000 per gram.

Selain turunnya harga jual, harga pembelian kembali atau dikenal dengan “buyback” juga mengalmi penurunan dari Rp 470.000 per gram menjadi Rp 469.000 per gram.

Dengan turunnya harga ini Rp 1.000, makan harga jual emas Antam dalam berbagai ukuran juga menyesuai dengan kondisi pasar hari ini. Untuk ukuran 500 gram Antam menjualnya pada angka Rp 244.800.000, 250 gram Rp 122.500.000, 100 gram Rp 49.050.000, 50 gram Rp 24.550.000, 25 gram Rp 12.300.000 dan sepuluh gram gram Rp 4.950.000.

Untuk ukuran yang lebih kecil harga yang dipatok Antam, misalnya, 5 gram harganya Rp 2.500.000 , 4 gram Rp 2.000.000, 3 gram Rp 1.509.000, 2,5 gram Rp 1.262.500, 2 gram Rp 1.018.000 dan satu gram Rp 529.000

Antam juga melakukan transaksi langsung di gerainya.Untuk mereka yang bertransaksi pembelian emas batangan dengan datang langsung ke PT Antam Tbk Jakarta setiap harinya, perusahaaan itu membatasi hingga maksimal 150 nomor antrian.

Sementara itu, di pasar global, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tipis pada Rabu pagi WIB, karena data baru memaksa para investor untuk fokus pada proyeksi ekonomi jangka panjang dari Amerika Serikat, Tiongkok dan Eropa.

Kontrak emas yang paling aktif untuk Juni turun satu dollar AS, atau 0,08 persen, menjadi menetap di 1.294,8 dollar AS per ounce.

Dollar meningkat setelah bank sentral Jerman menunjukkan kesediaannya untuk mendukung langkah-langkah stimulus oleh Bank Sentral Eropa pada Juni.

Ini akan termasuk tingkat suku bunga negatif pada deposito dan paket pinjaman bank. Jerman juga mengatakan, pihaknya bisa juga dibutuhkan untuk menjaga inflasi dari tinggal terlalu rendah.

Berita ini buruk bagi euro, berarti kabar baik untuk greenback. Analis mengatakan, itu pada gilirannya menurunkan permintaan emas sebagai aset “safe haven”.

Sebuah laporan oleh Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penjualan ritel naik hanya 0,1 persen pada April dan penjualan ritel online turun 0,9 persen, melemparkan emas sebuah tali penyelamat dan mencegah dari kemerosotan lebih jauh.

Biro Statistik Nasional Tiongkok yang merilis laporan pada Selasa, mengatakan produksi industri di negara itu melambat menjadi 8,7 persen pada April, dibandingkan dengan 8,8 persen pada Maret. Laporan yang sama mengatakan pertumbuhan ritel di negara itu menyusut menjadi 11,9 persen dari 12,2 persen bulan sebelumnya.

Sementara perak untuk pengiriman Juli naik 0,4 persen, atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 19,547 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli, naik 14,1 dolar atau 0,98 persen, menjadi berakhir di 1.456,0 dollar AS per ounce.

Komentar