Harga Emas Global Kembali “Booming”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Juni 2014 | 11:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas mengalami reli panjang dengan kenaikan harga yang terus terjadi, baik di pasar lokal maupun global. Kenaikan harga emas ini merupakan kabar baik bagi para investor yang ingin mengamankan uang dalam bentuk logam mulai.

Hari ini, Jumat 27 Juni 2014, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali naik Rp 1.000 per gram. Besaran kenaikan ini yang sama dengan dua hari sebeliumnya yang berlangsung secara berturut-turut. Harga pembelian kembali atau dikenal dengan istilah “buyback” ikut naik hingga Rp 2.000 per gram.

Seperti dikutip “nuga” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Jumat pagi (27/6/2014), harga emas Antam pecahan satu gram tercatat Rp 552.000 per gram. Naik dibandingkan sehari sebelumnya yaitu Rp 551.000 per gram.

Harga buyback emas Logam Mulia Antam juga naik dari Rp 490.000 per gram menjadi Rp 492.000 per gram

Sehari sebelumnya harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk juga naik Rp 1.000 per gram, besaran kenaikan yang sama dengan sehari sebelumnya. Namun begitu, kenaikan harga jual hari Kamis tidak diikuti harga pembelian kembali.

Kamis kemarin, harga emas Antam tercatat Rp 551.000 per gram. Naik dibandingkan sehari sebelumnya yaitu Rp 550.000 per gram.

Untuk hari ini daftar harga emas Antam baik untuk pecahan kecil maupun besar menyesuai dengan harga terbaru. Antam menjual pecahan 500 gram dengan patokan harga Rp 256.300.000, 250 gram Rp 128.250.000, 100 gram Rp 51.350.000, 50 gram Rp 25.700.000 dan 25 gram Rp 12.875.000

Sedangkan untuk ukuran yang lebih kecil, di mulai dari 10 gram perusahaan terbuka milik negara itu menjual Rp 5.180.000, 5 gram Rp 2.615.000, 4 gram Rp 2.092.000, 3 gram Rp 1.578.000, 2,5 gram Rp 1.320.000, 2 gram Rp 1.064.000 dan 1 gram Rp 552.000

Hari ini emas di pasar global tetap stabil di dekat level tertinggi dua bulanan, didukung oleh penurunan ekuitas dan harga minyak yang tinggi.

Penguatan emas di pasar global ini disebabkan data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat ternyata lebih rendah dari yang diharapkan. Pelemahan data ini telah memukul dolar AS, dan membuat para investor beralih pada aset safe haven lainnya, emas.

Namun, kegagalan emas untuk memperpanjang keuntungan terjadi karena beberapa investor mengambil keuntungan, setelah harga mencapai level tertinggi dua bulanan di sesi sebelumnya.

Emas sebagai aset lindung nilai meningkat setelah data menunjukkan ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal I dari perkiraan sebelumnya, dan menjadi salah satu angka terburuk yang pernah ditunjukkan pada periode non-resesi.

“Pasar membutuhkan washout besar untuk kembali ke level tertinggi. Sekarang itu telah terjadi, dan tidak ada alasan khusus untuk kembali melakukan pembelian,” kata kepala analis logam mulia di Marex Spectron, David Govett, seperti dilansir dari Reuters,

Sementara itu Singapura telah mengumumkan peluncuran kontrak emas berjangka, bergabung dengan negara lain di Asia untuk menyediakan alternatif patokan logam global yang berada di bawah pengawasan.

Tiga perusahaan platinum terbesar dunia menandatangani upah dengan AMCU serikat Afrika Selatan. Tetapi dampak dari pemogokan lima bulan membuat PHK dan restrukturisasi tidak terelakkan.

Dolar AS naik pada Selasa setelah data perumahan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan data kepercayaan konsumen meningkatkan harapan yang lebih hawkish dari Federal Reserve.

Komentar