Harga Emas Global dalam Tekanan

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 Januari 2016 | 10:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk hari ini, Senin, 11 januari 2016, mengalami pelemahan seiring dengan kondisi harga emas globa yang juga tertekan. Selain kondisi harga global, tekanan nilai tukar rupiah juga menentukan harga emas batangan.

Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, emas sempat terkoreksi karena pergerakan saham di bursa Cina berhasil rebound, namun kekhawatiran atas volatilitas pasar.

Ketegangan geopolitik memang untuk sementara masih membuat harga logam emas kembali melakukan rebound ke level USD 1100 per troy ounce bahkan ketika data pekerjaan AS dirilis cukup solid.

Nonfarm payrolls AS naik pada bulan Desember dengan tingkat pengangguran masih tetap stabil meningkatkan ekspektasi bahwa Fed masih akan tetap berada pada jalur menormalisasi kebijakan sesuai dengan target kebijakan moneter tahun 2016.

Saham – saham di bursa AS lebih banyak bergerak rebound ketika peregrakan Treasury AS berhasil membuat imbal hasil

Ketegangan geopolitik masih menjadi kekhawatiran investor apalagi ketika Korea Utara pada hari Rabu mengumumkan telah berhasil menguji bom hidrogen.

Hal Ini telah menyalakan kekhawatiran negara-negara maju dan membuat investor berlindung di aset safe haven seperti yen Jepang, US Treasury, dengan emas.

Ketegangan di Asia Barat dengan konflik antara Arab Saudi dan Iran juga masih memanas sehingga terus membuat investor membeli emas ketika aksi sell-off sempat membebani pergerakan saham.

Saham yang melemah telah membuat harga emas terus diburu para pelaku pasar.

Positifnya harga emas juga terjadi dikarenakan harga minyak yang bergerak semakin melemah.

Sementara itu analis SoeGee Futures, Alwi Assegaf mengatakan, sejak akhir tahun lalu, ada sekitar dua triliun dollar dana keluar dari pasar saham global.

Kondisi bursa saham yang berjatuhan ini memicu investor beralih ke aset yang lebih aman, salah satunya emas.

“Permintaan safe haven untuk emas tahun ini terlihat naik di saat gejolak ekonomi, terutama terkait isu perlambatan ekonomi China. Investor melakukan risk aversion atau beralih ke aset dengan risiko lebih rendah,” kata Alwi.

Kekhawatiran lain juga datang dari konflik geopolitik di Timur Tengah. Hubungan Arab Saudi dan Iran semakin memanas.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik terhadap Iran dengan menarik duta besarnya dari Teheran.
Di saat emas global rebound, maka emas Antam juga mengikuti.

Apalagi pada saat yang sama, pergerakan rupiah di hadapan dollar AS melemah hingga mendekati Rp 14.000.
Kenaikan emas Antam memang dapat dipicu oleh naiknya harga emas global atau pelemahan rupiah.

Biasanya, ketika dollar AS menguat, maka harga emas global akan terseret turun dan rupiah melemah.

Namun, kondisi saat ini berbeda dimana emas global naik, namun rupiah melemah. “Dorongan itu yang membuat harga emas Antam naik signifikan,” imbuh Alwi.

Kondisi ekonomi global yang kian mengkhawatirkan membuat investor mencari instrumen investasi dengan risiko lebih rendah. Salah satu pilihannya adalah emas. Tak heran jika harga emas naik seiring dengan jatuhnya bursa saham dunia.

Alwi Assegaf mengatakan, investor melakukan risk aversion atau beralih ke aset dengan resiko lebih rendah lantaran pasar saham berjatuhan.

Jika tahun ini risk aversion terus berlanjut, maka harga emas global bisa terdorong naik.

Kenaikan emas global dapat berimbas pada naiknya emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Namun, kondisi tersebut akan bergantung perkembangan global, terutama terkait dengan ekonomi di China.

Apabila pemerintah China berhasil meredam kekhawatiran pasar, kenaikan harga emas kemungkinan hanya berlangsung sementara.

Namun, jika gejolak ekonomi China berlanjut hingga memberi dampak secara global, maka krisis ekonomi tahun 2008 dapat kembali terjadi.

“Saat itu, harga emas dan nilai tukar dollar AS sama-sama mengalami kenaikan,” papar Alwi.

Di sisi lain, ada potensi kenaikan suku bunga The Fed yang dapat membatasi penguatan harga emas.

Alwi menduga, kondisi krisis ekonomi global dapat menahan The Fed untuk menaikkan suku bunga. Namun, bayang – bayang kenaikan suku bunga akan tetap menghambat laju emas.

Untuk investor, Alwi tetap menyarankan buy emas Antam, mengingat kondisi pasar saham yang saat ini masih penuh ketidakpastian.

Apalagi, investor di Indonesia cenderung konservatif dalam memilih investasi.

“Emas menjadi salah satu primadona untuk investasi alternatif karena banyak yang menganggap jika memegang emas akan lebi h mudah dicairkan,” ujarnya.

Di samping itu, emas juga bisa digunakan sebagai lindung nilai aset. Untuk itu, investor dapat memegang emas minimal enam bulan atau satu tahun.

Hari ini, senin, 11 Januari 2016, PT Aneka Tambang atau Antam mengalami penurunan harga emas sebesar Rp1.000.

Emas ukuran satu gram milik BUMN Plat Merah ini dibanderol di harga Rp548.000.

Seperti dikutip dari Logammulia, harga pembelian kembali atau buy back price juga mengalami penurunan Rp1.000 ke Rp492.000 per gram.

Komentar