Emas Dunia Dibayangi “Perang” Dagang

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 Maret 2018 | 07:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Senin, 05 Maret,  harga emas global masih saja naik di  tengah ancaman terjadinya perang dagang global yang mendorong ekuitas dan dolar Amerika Serikat  turun.

Kondisi ini turut mendorong permintaan untuk aset seperti emas yang dilihat sebagai investasi paling aman saat ini.

Seperti ditulis “bloomberg,” pagi ini, Senin WIB,  harga emas di pasar spot emas naik setengah  persen  per ounce.

Untuk emas berjangka AS untuk pengiriman April berakhir di posisisatu koma empat persen .

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menetapkan tarif impor baja dan aluminium menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pembalasan dari negara lain dan membawa dolar turun dari posisi tertinggi dalam enam minggu.

Ini membuat emas berdenominasi dolar lebih murah bagi pengguna dari mata uang lainnya.

“Perdagangan emas hari ini melonjak kembali dengan prediksi kenaikan tarif sebagai skenario yang berpotensi lebih dulu terjadi, pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah. Imbal hasil riil yang lebih rendah dan melemahnya dolar berdampak pada perdagangan,” kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior US Bank Wealth

Emas, masih membukukan penurunan setengah persen pada minggu ini, yang menempatkan logam kuning ini pada jalur penurunan kedua berturut-turut secara mingguan.

Harga emas menyentuh posisi  terendah sejak  awal Januari.

Harga emas secara mingguan, tertekan prediksi jika Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih agresif dari pada sebelumnya.

Suku bunga yang lebih tinggi memengaruhi emas karena menjadi kurang menarik bagi investor. Namun ini akan meningkatkan hasil obligasi dan mendorong dolar menguat.

Namun, ancaman perang perdagangan global menguasai ketakutan investor lebih dari kenaikan suku bunga, kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

“Jika perang dagang menjadi kenyataan, itu bisa mendorong inflasi naik dan pertumbuhan turun dan itu harus memudahkan agresivitas The Fed. Itu sebabnya menjadi fokus pasar emas,” jelas dia.

Adapun harga perak naik nol koma  perse naik dari level terendah dalam dua bulan. Angka ini hampir tidak berubah dari minggu lalu.

Harga Palladium meningkat setengah persen, tapi turun lima persen secara mingguan setelah menggapai penurunan terbesar lebih dari satu tahun pada hari Kamis.

Sementara itu pada perdagangan akhir pekan lalu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam sempat naik Rp 1.000 menjadi Rp 644 ribu per gram

Pada  sebelumnya, emas Antam berada di level Rp 643 ribu per gram.

Namun harga pembelian kembali atau buyback tetap di Rp 574 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 574 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Komentar