Emas Berjangka Mengalami Penurunan

Penulis: Darmansyah

Senin, 22 Oktober 2018 | 09:17 WIB

Dibaca: 2 kali

Harga emas berjangka turun di akhir pekan pekanlalu, nzmun begitu, selama sepekan, harga emas cenderung menguat.

Harga emas tersebut dibayangi pergerakan indeks dolar AS dan bursa saham Amerika Serikat (AS) yang bervariasi.

Selain itu, investor terus memantau ketegangan anggaran Italia di Eropa yang memiliki konsekuensi sentimen.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun  usai bergerak bervariasi. Indeks dolar AS tergelincir

Sepanjang Oktober sudah naik nol koma enam persen.

Pada tahun berjalan , indeks dolar AS mendaki empat persen. Hal itu terjadi di tengah kenaikan suku bunga the Federal Reserve.

“Rata-rata pergerakan harga emas selama seratus hari terlihat menjanjikan. Jika berhasil, secara teknikal, aksi beli berlanjut sehingga dapat dorong harga emas,” ujar Analis Commerzbank, Carsten Fritsch, seperti dikutip dari laman Marketwatch

Italia masih berdebat dengan pejabat Komisi Eropa sehingga mempengaruhi imbal hasil obligasi Jerman dan Italia. Hal itu didorong kekhawatiran investor terhadap dampak anggaran Italia akan berimbas ke wilayah lainnya. Imbal hasil obligasi

“Harga emas mendapatkan dukungan dari peningkatan pelaku pasar hindari risiko sebagaimana terlihat bursa saham AS yang melemah. Konflik Italia dan Uni Eropa atas anggaran rancangan Italia pada tahun depan juga terus meningkat. Pertanyaannya bagaimana utang Italia, terutama jika imbal hasil obligasi terus naik,” ujar Fritsch.

Harga emas berjangka menguat nol koma enam persen selama sepekan.

Sedangkan sepanjang Oktober ini, harga emas mendaki dua koma delapan persen. Pada tahun berjalan, harga emas turun sekitar tujuh persen.

“Secara teknikal, emas memiliki keunggulan jangka pendek. Jeda minggu ini tidak bearish,” ujar Analis Senior Kitco.com, Jim Wyckoff.

Ia menuturkan, harga emas berada di posisi resistance

Sehari sebelumnya, harga emas dunia di Comex Merchantil Exchnage, New York, kembali berkilai bersamaan dengan melemahnya pasar saham  Wall Street.

Pelemahan pasar saham ini membuat para investor langusng mencari perlindungan kepada logam mulia.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” Jumat pagi WIB,, harga emas di pasar spot naik nol koma tiga persen per ounce.

Untuk emas berjangka AS juga naik

“Kelemahan di pasar ekuitas mungkin memicu tambahan pembelian emas, ” kata Alexander Zumpfe, Pedagang Logam Mulia di Heraeus.

Pasar emas kali ini dipengaruhi Wall Street yang jatuh dipicu laporan penurunan laba dari sektor industri.

Kondisi ini akibat meningkatnya biaya dan dampak kenaikan tarif impor, menambah kekhawatiran biaya pinjaman akan turut naik setelah muncul komentar hawkish di menit terakhir pertemuan Federal Reserve AS.

“Secara keseluruhan, secara teknis ini telah melanggar di atas posisi tertinggi sebelumnya, sehingga akan sulit bagi harga emas untuk bergerak di bawah itu,” kata analis ABN AMRO, Georgette Boele.

Penjualan di pasar saham global mengangkat harga emas. Ini mendorong harga logam kuning menuju posisi puncak dalam dua  bulan .

Ini merupakan kenaikan harga emas di atas rata-rata pergerakan seratus hari hari, sekitar USD 1.226.

Di sisi lain, indeks dolar menguat ke posisi tertinggi dalam satu minggu setelah The Fed di menit terakhir  pertemuan menegaskan kembali sikap hawkish perihal kebijakan moneter. Ini biasanya menjadi sinyal bearish untuk harga emas.

“Kami telah melihat arus masuk yang kuat di-exchange traded funds

Dalam minggu-minggu terakhir semacam itu mengindikasikan sentimen investor berbalik sekarang untuk logam, pindah ke sisi positif,” jelas Nitesh Shah, Analis ETF Sekuritas.

Sementara untuk perdagangan logam mulia lainnya, perak turun , setelah sebelumnya menyentuh posisi terendahnya sejak pecan lalu

Harga Platinum juga  tergelincir setelah mencapai posisi rendah dalam satu minggu

Komentar