Harga Emas Bangkit Lagi Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Rabu, 6 April 2016 | 10:55 WIB

Dibaca: 1 kali

Usai dua hari di awal pekan ini menuai kejatuhan harga, hari ini, Rabu, 06 April 2016, emas PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, kembali menggeliat bersamaan dengan menanjaknya kenaikan harganya hingga Rp 7.000 per gram dan bertengger di posisi Rp Rp 566 ribu per gram.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, Selasa kemarin, harga emas Antam masih berada di angka Rp 559 ribu per gram.

Selain harga jual, harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” emas Antam bertambah Rp 7.000 menjadi Rp 517 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 517 ribu per gram.

Adapun pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB semua ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Kenaikan harga emas Anta mini merupakan dampak dari melonjaknya harga emas global di pasar logam utama, New York.

Emas melonjaksatu persen pada hari Selasa waktu setempat  setelah mengalami tekanan selama dua hari.

Saham Asia ikut meluncur dan harga minyak dunia kembali melemah ketika pandangan tentang prospek kebijakan moneter Federal Reserve bercampur.

Pasar menilai bahwa beberapa data ekonomi dari AS yang mixed dan komentar pejabat the Fed saling bertentangan sehingga menciptakan beberapa ketidakpastian dan membuat harga emas pulih.

Harga emas telah kembali pulih karena didukung oleh bergugurannya investasi safe haven ketika harga saham terjatuh karena pandangan suram untuk ekonomi global.

Gambaran yang cukup muram telah menguatkan beberapa dugaan bahwa kenaikan suku bunga dalam waktu dekat ini akan kembali ditahan.

Hal ini telah membuat semakin jelas bahwa kenaikan suku bunga sebanyak 25 bps pada bulan Desember 2015 adalah kesalahan besar.

Jika the Fed dipaksa untuk memotong kembali suku bunga dalam menghadapi risiko tinggi dari resesi, meskipun beberapa anggota FOMC berbicara dengan nada hawkish.

Jika suku bunga adalah harga uang, maka apa yang harus dipikirkan dengan kebijakan ZIRP dan kebijakan NIRP pada mata uang dolar, euro, pound dan yen?

Jika Anda adalah pemegang salah satu dari mata uang, maka akan lebih bijaksana untuk mendiversifikasi ke emas.

Dengan melihat inflasi yang rendah, peluang pertumbuhan yang lemah, kurangnya lapangan kerja baru dan beban utang yang tinggi, menurut Direktur Dana Moneter Internasional Christine Lagarde mengatakan bahwa dia percaya prospek ekonomi global akan tetap tertekan selama enam bulan terakhir.

Lagarde juga mengkritik para pemimpin politik di seluruh dunia yang tidak memberlakukan kebijakan fiskal yang lebih kuat untuk membantu mencegah resesi.

Kenaikan harga emas ini akibat menurunnya pasar saham yang merupakan cerminan dari ekonomi global yang sedang tidak menentu sehingga membuat investor lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi dan membuat keputusan finansial.

Karena penurunan pasar saham tersebut, investor lebih memilih untuk memindahkan portofolio investasi ke instrumen yang lebih aman yang salah satunya adalah emas. Di luar itu investor juga mengkoleksi obligasi Amerika Serikat (AS).

Selama ini jika terjadi kekacauan atau masa ketidakmenentuan di sektor politik maupun ekonomi, investor lebih memilih untuk menyelamatkan investasi dengan menyimpan emas karena nilainya akan lebih baik jika dibandingkan dengan instrumen lainnya.

“Saat ini, terjadi langkah-langkah penyelamatan investasi dengan mencoba masuk emas,” jelas analis Linn Group Ira Epstein.

Komentar