Harga Emas Antam Sudah Sangat Murah

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Mei 2017 | 09:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Senin, 15 Mei, kembali terjungkal sebesar Rp 2.000 per gram di banding dengan harga hari Sabtu pekan lalu.

Pada perdagangan Sabtu akhir pekan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 581 ribu per gram.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam,

Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback tetap di harga Rp 521 ribu per gram.

Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan menghargainya Rp 521 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjalang siang WIB, hanya ukuran emas 250 gram yang masih tersedia.

Sementara itu, harga emas pada tingkat global seperti diungkapkan para analis  akan dibayangi oleh pergerakan  dolar Amerika Serikat  dan bursa saham yang menguat

Selain itu, prediksi pasar soal rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve pada Juni naqnti juga mempengaruhi harga emas.

Sebelumnya usai mencapai level terendah dalam delapan minggu, harga emas kembali naik pada akhir pekan lalu.

Harga emas untuk pengiriman Juni ke level US$ 1.227 per ounce.

Harga emas naikpada pekan lalu.

Harga emas sempat ke level terendah dalam delapan minggu mendorong optimisme di pasar, tetapi analis tidak terlalu yakin terhadap emas.

“Anda tidak bisa mengabaikan penguatan dolar AS dan pasar saham. Ini akan terus menekan harga emas dan perak,” ujar Analis Teknikal City Index Fawad Razaqzada, seperti dikutip dari laman Kitco.

Ia memperkirakan harga emas bergerak mendatar

Ia menuturkan, hingga sentimen di pasar berubah, permintaan investasi untuk emas akan lesu.

“Indeks menunjukkan jenuh beli, dan koreksi akan datang tetapi saat ini tidak terlihat,” ujar Razaqzada.

Analis juga memperkirakan harga emas akan kembali tertekan seiring bank sentral AS atau the Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga pada Juni.

Diperkirakan bank sentral AS menaikkan suku bunga pada Juni mencapai tujuhb puluh empat persen.

Namun, data ekonomi AS yaitu data penjualan ritel mengecewakan dan indeks harga konsumen yang lemah menjadi pertimbangan untuk kenaikan suku bunga.

“Saya pikir reli emas harus menunggu hingga kenaikan suku bunga the Fed. The Fed akan menaikkan suku bunga, dan kemudian itu menjadi sinyal, dan emas akan reli,” ujar Analis Senior RJO Futures Philip Streible.

Ia menuturkan, meski ada sejumlah optimisme di pasar, tetapi dia tidak terlalu yakin dengan pergerakan harga emas kecuali bergerak di atas US$ 1.250 per ounce.

Banyak analis melihat apakah level support di kisaran US$ 1.225 per ounce akan bertahan. Razaqzada mengatakan, jika level ini ditembus maka ada peluang harga emas akan kembali turun menjadi US$ 1.200 per ounce.

Komentar