Harga Emas Milik Antam “Longsor” Lagi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 28 Mei 2014 | 11:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global kembali terkulai, dan memberi dampak kepada harga jual emas milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, yang ikut “longsor, sebesar Rp 5.000 pergram dalam perdagangan hari Rabu pagi, 28 Mei 2014.

“Longsornya” harga emas produksi Antam merupakan jawaban dari kenaikan beruntun harga emas di pekan lalu ke angka pskologisnya, di atas Rp 530.000 per gram.

Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk hari ini, Rabu seperti yang dikutip “nuga.co” dari situs resmi Antam, Logam Mulia, bergerak turun.Harga pecahan satu gramnya berada pada angka Rp 527.000. Angka tersebut turun Rp 5.000 jika dibandingkan harga Senin Rp 532.000 per gram.

Adapun harga rata-rata satu gram emas untuk pecahan 500 gram dibanderol seharga Rp 487.600 per gram.
Sementara, harga pembelian kembali emas atau dikenal dengan “buyback” oleh pihak Antam adalah Rp 467.000. Angka tersebut juga turun Rp 5.000 jika dibandingkan harga sebelumnya.

Antam lewat “toko penjualannya” Logam Mulia, juga menjual emas dalam berbagai pecahan. Untuk pecahan 1 gram di hargai Rp 527.000, 5 gram: Rp 2.490.000, 10 gram: Rp 4.930.000, 25 gram: Rp 12.250.000, 50 gram: Rp 24.450.000, 100 gram: Rp 48.850.000, 250 gram: Rp 122.000.000 dan 500 gram: Rp 243.800.000.

Merosotnya harga emas di perdagangan domestik itu, merupakan dampak dari harga emas berjangka di New York, yang kemarin menyentuh harga 1.263,40 dollar AS per ounce, harga terendah sejak 7 Februari. Harga emas ini turun dua koma tiga persen sejak Mei

Bambang Widjanarko, Marketing Manajer PT Logam Mulia, yang merupakan anak usaha Antam, menyatakan koreksi harga emas Antam sejalan dengan penurunan harga emas internasional, yang menyentuh level US$ 1.260 per troy ons.

Menurut Bambang, setidaknya ada 3 faktor yang menyebabkan penurunan harga emas. Pertama adalah penguatan mata uang dolar Amerika Serikat.

“Ini karena beberapa data ekonomi AS menunjukkan angka yang lebih baik dari perkiraan, salah satunya yang paling berpengaruh adalah meningkatnya angka pemesanan barang-barang konsumsi. Para pelaku pasar menilainya sebagai tanda mulai membaiknya perekonomian AS,” paparnya.

Faktor kedua, lanjut Bambang, adalah kemungkinan bank sentral Eropa (ECB) yang akan memangkas suku bunga untuk memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Sementara faktor ketiga adalah meredanya ketegangan di Ukraina.

“Pasca pemilihan presiden, Petro Poroshenko mengatakan akan bekerja sama dengan Rusia dan Uni Eropa untuk mengintegrasikan negerinya kepada 2 poros tersebut,” kata Bambang.

Namun di sisi lain, tambah Bambang, sebenarnya ada sentimen positif terhadap harga emas. Seperti rumor yang mengatakan bahwa pemerintahan baru di India nantinya akan menurunkan pajak impor emas. “Ini tentunya dapat memicu kembali volume pembelian emas oleh masyarakat India yang belakangan menurun akibat tingginya pajak impor,” sebutnya.

Di dalam negeri, demikian Bambang, Antam sendiri masih optimistis bahwa permintaan emas di masyarakat masih tinggi. Oleh karena itu perseroan akan terus menambah Butik Emas, antara lain di Balikpapan yang akan dibuka pada 2 Juni 2014.

Setelah dua bulan lamanya mengapung, kini harga emas kembali tenggelam turun. Harga emas berjangka di New York mencapai harga terendah 15 pekan karena investor memilih saham.

Anjloknya harga emas itu menghapus kenaikan harga yang sempat tercipta di awal tahun, ketika ketegangan Rusia dan Ukraina bersitegang. Selain itu harga emas sempat naik saat diketahui ada perlambatan ekonomi di AS akibat musim dingin.

Goldman Sachs Group Inc dan Societe Generale SA memprediksi, harga logam akan mengalami penurunan 28 persen di 2013 lalu. Saat ini harga emas sudah turun 9,1 persen setelah mencapai posisi tertinggi tahun ini di bulan Maret .

“Saya tidak melihat alasan harga emas untuk naik lebih tinggi,” kata James Shelton, kepala investasi Kanaly Trust Co di Houston.

Ia mengatakan, saat ini investor lebih memilih saham. “Kecuali nanti ada inflasi tiba-tiba memanas, saya akan bertaruh pada harga emas yang lebih murah,” katanya.

Komentar