Gejolak Harga Emas Makin Sulit Diprediksi

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 24 Desember 2016 | 09:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dalam sepekan terakhir mencapai puncak gejolaknya, bersamaan dengan naik turunnya harga dan kesulitan para pengamat memprediksi kondisinya.

Pada Sabtu pagi WIB, harga emas naik

Namun begitu,  kenaikan ini tak mampu menyelamatkan emas dari pelemahan mingguan tujuh kali berturut-turut.

Itu adalah pelemahan terpanjang dalam dua belas tahun terakhir..

Emas untuk pengiriman Februari naik, namun secara mingguan, emas justru turun

Seperti ditulis dalam analisa laman situs “marketwatch,” Sabtu pagi. 24 Desember 2016,, terakhir harga emas mengalami penurunan mingguan tujuh  kali berturut-turut adalah sejak Mei dua belas tahun silam, seperti yang tertulis dalam data Dow Jones.

Harga emas sudah turun hampir empat persen pada Desember dan  terbebani kenaikan suku bunga dan dolar.

“Baik dolar dan ekuitas diperdagangkan melemah dalam dua hari terakhir, karena dolar melanjutkan kenaikan,” ujar Hary Wagner dari Gold Forecast.

Sejak November, harga emas turun drastis karena pasar terkejut paskakemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden, yang secara cepat berdampak pada ekspektasi dari rencana penerapan stimulus fiskal.

Kemarin, Jumat, harga emas kembali mendapatkan tekanan bearish pada sesi sebelumnya sehingga menambah kerugian untuk pergerakan di bulan Desember, meskipun dolar terjatuh dari level tertinggi empat belas tahun pada awal pekan ini.

Emas terjatuh dan saat ini berada di kisaran USD 1129.70 per troy ounce, setelah mengalami penurunan sempit pada hari Selasa dan Rabu.

Untuk minggu ini, harga emas turun sebanyak setengah

Jika pergerakan emas mendapatkan kerugian pada hari ini, maka hal itu akan menjadi kerugian mingguan ketujuh berturut-turut.

Dolar dan emas masih tetap relatif teredam, ketika indikator ekonomi AS masih bergerak mixed.

Data produk domestik bruto AS yang dirilis berhasil mendapatkan keuntungan tahunan sebesar tiga setengah persen, sementara itu data pesanan barang tahan lama AS turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan pada bulan November.

Secara umum, harga emas masih berada di bawah tekanan dan belum ada perubahan tren.

Bank sentral Rusia terus membeli emas untuk cadangan moneter, setelah berhasil membeli emas dalam jumlah yang cukup besar pada bulan Oktober sekitar empat puluh ton.

Bank Sentral Rusia kembali membeli emas dalam jumlah besar kira-kira tiga puluh satu ton pada bulan November.

Pembelian ini dilakukan ketika harga emas berada di harga yang lebih rendah, terutama ketika mata uang rubel Rusia menguat dan membuat harga emas lebih murah dalam mata uang rubel.

Dalam beberapa bulan terakhir, pembelian emas dari bank sentral Rusia mungkin akan meredam slide harga emas.

Bank Sentral Rusia secara diam-diam telah membeli emas dalam volume besar sepanjang tahun lalu.

Pada tahun 2015, Rusia menambah rekor pembelian sebanyak 208 ton emas dibandingkan pada tahun 2014 sebanyak 172 ton.

Komentar