Emas Naik Turun, Kacaukan Perdagangan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Februari 2016 | 10:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas lokal dan global, kini, mengalami gonjang ganjing setiap harinya akibat dari harga minyak dan pasar saham yang tidak stabil. Dari sisi lain adalah dampak dari spekulasi dan rumor tentang suku bunga perbankan di Amerika Serikat.

Hari ini, Jumat, 19 Februari 2016, “nuga” mengutip kenaikan drastic dari harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, setelah Kamis kemarin terjungkal.

Emas Antam hari ini dijual lebih mahal Rp 10.000 per gram di dibanding hari sebelumnya.dan bertengger diangka Rp 573 ribu per gram.

Begitu pula, harga pembelian kembali melonjak Rp 7.000 menjadi Rp 515 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 515 ribu per gram.

“Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi,” tulis manajemen Antam.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram dan menjelang siang WIB, hampir seluruh ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran sepuluh gram dan dua puluh lima gram yang ludes terjual

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Sehari setelah terhenyak oleh kenaikan harga minyak dan pesta pasar saham, hari ini, Jumat, 19 februari , harga emas batangan, baik lokal maupun global, kembali

Selain itu, naiknya harga emas disebabkan pula prediksi investor tentang suku bunga AS yang akan tetap rendah sehingga akan mengangkat kembali harga logam mulia.

Melansir laman Reuters, Kamis pagi WIB, harga emas di pasar spot naik hampir satu persen per ounce.
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman April naik tipis.

Harga emas mencapai puncaknya pekan lalu dan harga telah reli hampir empat belas persen sejak awal tahun ini.

Kenaikan didorong ekspektasi bahwa volatilitas pasar yang lebih luas akan membuat Federal Reserve lebih bersikap berhati-hati untuk memutuskan kenaikan suku bunga selanjutnya.

“Kenaikan suku bunga Fed kemungkinan besar tidak akan terjadi pada bulan Maret, dan itu bagi saya adalah hal yang paling penting di balik harga emas,” kata analis Natixis Bernard Dahdah.

Bahkan, dia menilai jika pasar kembali terangkat, seperti dalam beberapa hari terakhir, orang masih percaya kenaikan suku bunga tidak akan berlangsung Maret.

“Jadi akan sulit untuk melihat harga emas bergerak ke bawah”

Dalam beberapa hari terakhir, spekulasi meningkat seiring kemungkinan Bank Sentral AS akan menetapkan suku bunga negatif untuk merangsang perekonomian negaranya. Ini setelah Gubernur Fed Janet Yellen mengatakan hal itu adalah pilihan pada pekan lalu.

Pengenaan suku bunga yang rendah, akan memberikan kesempatan logam mulia berkilau. Ini yang menjadi faktor utama pendorong harga emas tembus rekor tertinggi pada 2011.

ABN Amro dalam sebuah catatan mengatakan, pihaknya tidak lagi mengharapkan Fed untuk menaikkan suku bunga pada 2016.

“Kami pikir itu hanya akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunganya sekali untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi ekonomi,” menurut catatan itu.

Pergerakan emas, secara umum masih didukung oleh aksi bullish brilian yang dilakukan pada pekan lalu.

Pada sesi sebelumnya, logam emas naik lebih dari USD 8 dalam sehari, di tengah data ekonomi AS terbaru yang dirilis secara umum masih tertekan.

Housing starts AS turun pada bulan Januari, jauh di bawah ekspektasi. PPI AS naik sedikit pada Januari.

PPI inti naik, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari satu tahun. Namun, data tersebut menjadi bukti bahwa tidak adanya tekanan inflasi secara jangka panjang.

Pergerakan saham AS dan minyak terlihat naik secara signifikan, dan membuat pergerakan emas masih bertahan kuat.

Harga minyak naik dikarenakan pembicaraan atas kesepakatan yang mungkin akan membekukan produksi minyak.

Namun, pembicaraan tersebut tidak untuk mengurangi pasokan yang sedang membanjir. Ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan yang menjadi titik krusial.

Secara umum, kebijakan bank sentral saat ini juga terus mendukung harga emas. ECB dan BoJ secara luas diharapkan akan terus menawarkan akomodasi lebih lanjut lagi pada bulan Maret.

Probabilitas bahwa Fed akan menaikkan suku bunga kedua pada bulan Maret terus menyusut dan menjadi empat persen menurut tools FedWatch CME Group ketika meningkatnya kekhawatiran tentang pemanfaatan tingkat suku bunga negatif.

Komentar