Emas Antam Kembali Menggeliat Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Oktober 2017 | 10:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah selam dua pekan mengalami harga suram, hari ini, Senin, 09 Oktober, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mulai menggeliat dan mengalami kenaikan

Emas Antam naik ke posisi Rp 613.472 per gram dan pada  Jumat pekan kemarin, emas Antam di posisi 609.436 per gram.

Sementara untuk harga pembelian kembali atau buyback berada di posisi Rp 547 ribu per gram. Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tak tersedia.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu harga emas berakhir melemah, menambah pelemahan secara mingguan, menyusul investor menunggu petunjuk dari rencana The Federal Reserve terkait pemangkasan suku bunga.

Logam kuning pada Rabu kemarin naik meski indeks aktivitas bulanan sektor layanan publik yang dirilis pada hari itu menunjukkan pembacaan terkuat sejak pertengahan dua belas tahun  lalu.

Harga juga diperkirakan akan turun secara mingguan sebesar satu  persen setelah mencatat penurunan dalam tiga pekan terakhir.

“Nada bearish dari emas kebanyakan disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter,” ujar Adrienne Murphy, Kepala Analis pasar di AvaTrade.

“Kenaikan dari biaya pinjaman, juga memangkas neraca keuangan akan memberikan ketegangan yang besar pada harga logam mulia tersebut,” ujarnya.

Harga emas telah  menyentuh level terendah dalam enam  pekan terakhir.

Namun secara mingguan, dolar tetap terhitung naik, ditopang harapan bahwa The Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat akan kembali menaikkan suku bunga pada tahun ini.

“Pedagang bisa jadi takut karena The Fed akan menaikkan suku bunga, tapi investor swasta yang bermain di komoditas ini tidak percaya,” kata Adrian Ash, kepala Riset di BullionVault melansir Marketwatch

“Mereka menggunakan penurunan harga ini untuk membangun kembali posisi setelah mengambil keuntungan selama musim panas ini,” imbuh dia.

Indeks dolar ICE yang mengukur nilai mata uang dolar terhadap sekeranjang enam mata uang lain, turun tigapersen pada Kamis, namun setelah menyentuh level tertinggi sejak Agustus akhir.

Dolar telah melihat keseluruhan kekuatan pada ekspektasi meningkatnya Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember.

Dolar yang lebih kuat membuat lebih mahal bagi pemegang mata uang lain untuk membeli komoditas berdenominasi dolar, seperti emas.

Komentar