Emas Menguat Imbas Dolar AS Melemah

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 November 2017 | 09:14 WIB

Dibaca: 2 kali

Emas kembali moncer dipertengahan pekan ini bersamaan dengan ambruknya nilai tukar dollar.

Hari ini, Kamis, 23 November, seperti ditulis laman “bloomberg,” harga emas kembali menguat  tajam seiring dolar Amerika Serikat  yang tertekan.

Selain itu, risalah hasil rapat the Federal Reserve juga mengindikasikan tidak akan agresif menaikkan suku bunga pada 2018.

Jelang rilis risalah the Federal Reserve, harga emas ditransaksikan naik hampir satu  persen per ounce.

Harga emas ditransaksikan  usai rilis risalah the Federal Reserve.

Kenaikan harga emas pun terbatas dengan hanya naik setengah  persen  dan berada di posisi  US$ 1.281 per ounce.

Dari risalah hasil rapat the Federal Reserve pada awal November menunjukkan ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek.

Namun, pejabat the Federal Reserve tetap mempertimbangkan faktor inflasi. The Federal Reserve juga memberikan sinyal kalau kenaikan suku bunga pada tahun depan sesuai rencana sebanyak tiga kali.

Dari hasil risalah itu juga menunjukkan kenaikan suku bunga  pada akhir tahun.

The Federal Reserve akan kembali gelar pertemuan pada  pertengahan Desember mendatang.

Namun jumlah kenaikan suku bunga pad tahun depan juga dipenuhi ketidakpastian mengingat keraguan inflasi akan meningkat.

Sentimen the Federal Reserve tersebut turut membayangi pergerakan harga emas. Suku bunga tinggi menjadi sentimen negatif untuk harga emas.Dolar Amerika Serikat  juga mengangkat harga emas. Indeks dolar AS turun 0,7 persen.

“Momentum dolar AS menjadi kunci pergerakan harga emas pada pekan ini. Apalagi menjelang libur Thanksgiving juga pengaruhi pergerakan harga emas,” kata Michael Armbruster, Managing Partner Altavest, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis, 23 November.

Analis FXTM, Lukman Otunuga menuturkan, dolar AS melemah usai pimpinan the Federal Reserve Janet Yellen yang cenderung hati-hati memberi pernyatan sehingga memperkuat harapan pasar kalau the Federal Reserve menaikkan suku bunga secara bertahap.

“Yellen memperingatkan menaikkan suku bunga terlalu cepat dapat hamat usaha the Federal Reserve untuk mencapai target inflasi dua persen. Inflasi di AS pun masih tetap rendah pada tahun ini dan menjadi misteri,” kata dia.

Sebelumnya harga emas melambung pada perdagangan Selasa karena dolar AS melemah tajam. Investor menunggu keluarnya risalah pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Rederal Reserve (the Fed) mengenai arah kebijakan suku bunga.

Selain itu, harga emas juga naik karena mendapat keuntungan dari beberapa pembelian investor yang memang tengah memburu aset-aset safe haven karena adanya krisis politik di Jerman.

“Melihat bahwa harga emas dan perak mengalami penurunan yang cukup dalam pada perdagangan Senin kemarin maka pada Selasa pelaku pasar sedikit melakukan bargain hunting dengan masuk kembali ke pasar,” jelas analis High Ridge Futures, Chicago, David Meger.

The Fed pada hari ini akan mengeluarkan risalah harus pertemuan bulanan. Dalam risalah tersebut terdapat sinyal mengenai kebijakan moneter AS.

“Kenaikan suku bunga the Fed pada Desember hampir menjadi kenyataan. Saat ini orang-orang lebih banyak mencari arah kebijakan untuk masa depan,” jelas analis komoditas ABN AMRO Georgette Boelle.

 

Komentar