Emas Mengalami Kenaikan Awal Pekan Ini

Penulis: Darmansyah

Senin, 26 Maret 2018 | 08:23 WIB

Dibaca: 3 kali

Harga emas di awal pekan ini, Senin, 26 Maret, masih dibayangi “perang dagang” yang dikobarkan Trump terhadap Cina.

Dipenutupan perdagangan pekan lalu harga emas global naik ke level tertinggi dalam satu bulan

Menurut para pengamat harga emas terus berkibar bersamaan munculnya banyak pernyataan bahwa perang dagang dengan  China  juga akan disusul oleh negara lain.

Investor berebut untuk memindahkan portofolio ke investasi yang aman.

Dia kahir pekan lalu, harga emas di pasar spot sempat mencapai angka tertinggi sejak pertengahan Februari lalu untuk tiap  ounce-nya.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman April  juga ditutup naik hingga dua puluh dua dollar per ounce.

Ada beberapa sentimen yang mendorong harga emas merangkak naik. Pertama adalah kekhawatiran akan perang dagang AS dengan China.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menerapkan tarif enam puluh miliar dolar untuk produk China.

Hal itu membuat China mengambil langkah pembalasan dengan mengenakan tarif produk AS. China dapat mengenakan tarif tiga  miliar dollar  terhadap barang-barang impor AS.

Pada bagian lain, pekerja menggunakan mesin untuk memberikan nomor seri pada emas batangan di pabrik logam mulia Krastsvetmet, Rusia,

Krastsvetmet merupakan salah satu produsen terbesar di dunia dalam industri logam mulia

Sentimen lain yang mempengaruhi harga emas adalah penunjukan Trump kepada John Bolton sebagai penasihat keamanan nasional.

Bolton sebelumnya telah menganjurkan menggunakan kekuatan militer kepada Korea Utara dan Iran. Hal ini membuat pelaku pasar menimbang-nimbang apa yang akan terjadi ke depan.

Menambah kekacauan, ada periode ketegangan pada hari Jumat setelah Trump mengancam akan menghentikan belanja sebesar satu koma tiga  triliun dollar  yang telah disahkan oleh Kongres.

“Ada ketegangan di semua tempat. Trump, Kongres dan beberapa lainnya yang memberikan tenaga kepada harga emas,” jelas analis Logic Advisors, Bill O’Neill.

Emas memang menjadi instrumen investasi buruan di saat terjadi banyak risiko di pasar keuangan, saham maupun komoditas.

Harga emas naik dua koma delapan  persen pada minggu ini, kenaikan mingguan terbesar sejak April dua tahun silam.

Di sisi lain, tekanan harga emas dipicu kenaikan indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dari posisi terendahnya.

Harga emas, minyak mentah melemah karena pasar saham juga melemah ,” kata Managing Director di RBC Wealth Management, George Gero.

Sejumlah pelaku pasar masih berharap harga emas naik.

“Harga emas sedang turun sekarang, tapi potensi berbalik arah tetap ada,” ujar Presiden Pasar Dunia di EverBank.

Harga emas diprediksi bergerak ketat dalam jangka pendek sebagai imbas dari kekhawatiran kondisi geopolitik dan tekanan dari kekuatan ekonomi AS.

“Potensi perang dagang antara AS dan negara lain bisa menyeret harga emas lebih rendah. Tapi kebijakan pengetatan moneter oleh The Fed juga berpengaruh,” ucap Analis, Simona Gambarini.

Sebelumnya, pekan lalu, harga emas sempat mengalami tekanan bersamaan dengan munculnya pernyataan resmi  Donald Trump tentang dimulainya “perang” dagang Amerika serikat melawan Cina.

Seperti ditulis laman “bloomberg,” pagi ini, Jumat WIB,  harga emas di pasar spot  langsung melorot nol koma tiga persen ke level terendahnya untuk tiap  ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS pengiriman April naik tipis  karena ada pedagang yang berdalih kontrak jatuh tempo April menjadi Juni sehingga beberapa pemain mencoba mengambil untung dari itu.

Penurunan harga emas di pasar spot terseret imbas kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump terhadap China.

Trump mulai melawan China karena defisit perdagangan AS dan Negeri Tirai Bambu itu sudah di luar kendali senilai lima ratus empat  miliar dollar.

Untuk diketahui, Donald Trump menandatangani pengenaan tarif impor barang-barang China dengan nilai enam puluh  miliar dollar.

Di sisi lain, tekanan harga emas dipicu kenaikan indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dari posisi terendahnya.

Harga emas, minyak mentah melemah karena pasar (saham) juga melemah ,” kata Managing Director di RBC Wealth Management, George Gero.

Sejumlah pelaku pasar masih berharap harga emas naik.

“Harga emas sedang turun sekarang, tapi potensi berbalik arah tetap ada,” ujar Presiden Pasar Dunia di EverBank.

Harga emas diprediksi bergerak ketat dalam jangka pendek sebagai imbas dari kekhawatiran kondisi geopolitik dan tekanan dari kekuatan ekonomi AS.

“Potensi perang dagang antara AS dan negara lain bisa menyeret harga emas lebih rendah. Tapi kebijakan pengetatan moneter oleh The Fed juga berpengaruh,” ucap Analis, Simona Gambarini.

Komentar