Emas Lokal Stabil, Global Melonjak

Penulis: Darmansyah

Selasa, 30 Mei 2017 | 14:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam tak bergerak atau tetap di Rp 590 ribu per gram pada perdagangan Selasa, 30 Mei, jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga tetap di angka Rp 536 ribu per gram pada perdagangan hari ini.

Harga buyback ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 536 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Sayangnya, pada pukul 08.00 WIB, seluruh ukuran emas Antam sudah tidak tersedia.

Di pasar global, harga emas diperkirakan masih menguat selama sepekan.

Sentimen geopolitik akan mendominasi laju harga emas sedangkan rencana bank sentral Amerika Serikat  atau the Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni hanya berdampak terbatas terhadap gerak harga emas.

Transaksi perdagangan akan singkat pada pekan ini. Investor diperkirakan fokus melihat rilis data ekonomi AS.

Sejumlah analis menilai kalau momentum harga emas secara teknikal dan minat safe haven akan mendominasi pasar pada pekan ini.

Vice President RMB Group Barry Potekin menuturkan, harga emas berpeluang ke level US$ 1.300 per ounce dalam waktu dekat. Saat ini menurut dia ada sejumlah hal yang dikhawatirkan investor.

Salah satunya rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Akan tetapi, Potekin melihat the Federal Reserve belum akan menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) melihat ketidakpastian global.

“Jika harga emas bergerak kembali di atas US$ 1.300 maka level harga emas akan mencapai US$ 1.400,” kata dia, seperti dikutip dari laman Kitco.

Analis London Capital Group Jasper Lawler menuturkan, tak hanya sentimen the Federal Reserve yang pengaruhi harga emas.

Gejolak politik di AS dan ketidakpastian yang berkembang seputar pemilihan di Inggris pada Juni juga akan membantu harga emas dalam waktu dekat.

“Risiko berkelanjutan seputar kepemimpinan di dua negara besar ini akan terus bagus untuk emas. Ketidakpastian geopolitik telah mendorong harga emas di atas US$ 1.260,” kata dia.

Ia pun memperkirakan harga emas berpotensi kembali naik pada pekan ini bila harga emas berada di atas level US$ 1.260.

Sementara itu, Ekonom senior CIBC World Markets Nick Exarhaos menuturkan, pelaku pasar sudah melihat ada kenaikan suku bunga the Federal Reserve pada Juni membuat dampaknya kecil terhadap harga emas. Selain itu, ia juga menambahkan sulit melihat katalis baru untuk mendorong dolar AS lebih tinggi. Ini jadi sentimen positif untuk emas.

Lawler mengatakan, kalau level resistance berikutnya harga emas di kisaran US$ 1.280 per ounce pada pekan ini. Bila level itu ditembus maka dapat mencapai level tertinggi baru pada 2017 di kisaran US$ 1.300.

Chris Beauchamp, Analis IG juga mengamati gerak harga emas bakal di level US$ 1.280 per ounce. Ia pun pertahankan prospek naik untuk harga emas dalam pekan ini.

Sementara gejolak geopolitik tetap menjadi kekuatan pendorong untuk harga emas. Investor juga dilihat masih akan fokus perhatikan data ekonomi pada pekan ini.

Data tenaga kerja AS terutama data gaji non sektor pertanian AS akan menjadi perhatian pada Jumat pekan ini. Selain itu juga ada data manufaktur pada Mei dan jumlah lapangan kerja sektor swasta.

Hari ini pula, Selasa, 30 Mei, harga emas mendekati posisi tertingginya dalam sebulan seiring pelemahan Dolar Amerika Serikat  dan retret di pasar saham, yang mendorong logam mulia berpegang pada keuntungan di sesi sebelumnya.

Harga emas mencapai posisi tertingginya sejak 1 Mei

Ini terpicu investor yang melihat kegelisahan Presiden Donald Trump saat menghadiri pertemuan para pemimpin dunia lainnya di KTT G7.

Investor memutuskan kembali membeli emas batangan sebagai alternatif menjaga aset berisiko tinggi seperti saham.

Retret nol koma satu persen dalam indeks dolar mendukung harga emas meski bergerak perlahan,seiring para pedagang di Amerika Serikat, London dan Cina yang sedang libur nasional.

“Potensi kenaikan harga terbatas sekarang, tapi dengan berita dari pertemuan G7 dan dolar yang lebih lemah, harga emas sudah naik,” ujar Analis BBLR Thorsten Proettel Said.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada pertemuan KTT G7, mengatakan jika Eropa tidak bisa lagi mengandalkan sepenuhnya pada sekutunya.

Di bawah tekanan dari G7, Trump menyatakan mendukung perjanjian untuk melawan proteksionisme tetapi menolak mendukung langkah global tentang perubahan iklim, dengan mengatakan jika dirinya perlu lebih banyak waktu untuk memilih.

Di sisi lain, pasar sedang menunggu rencana pertemuan komite Federal Reserve pada bulan depan yang bisa menjadi petunjuk rencana kenaikan suku bunga AS.

Memang, emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS.

Komentar