Emas Lokal dan Global Stabil Awal Pekan Ini

Penulis: Darmansyah

Senin, 30 Oktober 2017 | 10:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini, Senin, 30 Oktober, tak berubah atau tetap di posisi Rp 626.589 per gram

Pada perdagangan Sabtu kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 626.589 per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga tetap di Rp 557 ribu per gram. Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari usai transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi. Langkah Bank Sentral Eropa Bikin Harga Emas Sentuh Level Terendah

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Di pasar global harga emas masih tertekan oleh penguatan dollar.dan berp[eluang  menguat pada pekan ini meski sejumlah analis prediksi ada tekanan untuk harga emas.

Hal itu lantaran dolar Amerika Serikat makin perkasa.

Harga emas untuk pengiriman Desember ditransaksikan terakhir di kisaran US$ 1.272 per ounce atau turun satu persen dari minggu sebelumnya.

Sedangkan harga perak ditransaksikan di kisaran US$ 16.745 per ounce atau merosot dua persen.

“Saya pikir level US$ 1.260 per ounce merepresentasikan level support untuk harga emas. Kami dapat melihat harga emas tertekan, namun sulit untuk bergerak ke bawah US$ 1.260 per ounce,” kata Bill Baruch, President of Blue Line Futures, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin, 30 Oktober

Ia optimistis terhadap harga emas lantaran sentimen negatif yaitu perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve sudah diantisipasi pelaku pasar.

“Bila harga emas di bawah US$ 1.260 itu kesempatan untuk beli,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Riset Saxo Bank, Ole Hansen menuturkan, harga emas dapat kembali menguat asal berada di atas level terendah pada Oktober ini

Harga emas akan tertekan jika berada di bawah level US$ 1.250 per ounce.

Namun, analis menilai penguatan dolar AS akan menjadi hambatan untuk harga emas. Apalagi indeks dolar AS berada di level tertinggi dalam empat bulan.

Baruch memprediksi, indeks dolar AS akan berada di kisaran sembilan puluh enam.

Oleh karena itu, sejumlah analis tidak optimistis untuk reli harga emas. Chris Vecchio, Analis Senior Dailyforex.com menuturkan, indeks dolar AS mencatatkan performa terbaik sepanjang tahun ini.

Penguatan dolar AS juga didukung dari produk domestik bruto AS tumbuh tiga persen pada kuartal ketiga tahun ini.

Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang dapat mendukung kebijakan pengetatan moneter bank sentral AS.

Sentimen itu juga dorong imbal hasil obligasi. Ia menambahkan, dolar AS akan reli sekitar tiga persen.

“Imbal hasil surat berharga bertenor dua tahun capai level tertinggi sejak sembilan tahun lalu

Demikian juga imbal hasil surat berharga bertenor sepuluh tahun yang capai level tertinggi sejak Maret. Suku bunga bank sentral AS berpotensi naik, ini waktunya kurangi emas.

“Jika dolar AS dan imbal hasil surat berharga baik maka tidak ada alasan untuk pegang emas,” jelas dia.

Komentar