Emas Lokal dan Emas Global Serempak Naik

Penulis: Darmansyah

Selasa, 7 November 2017 | 08:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Selasa, 07 November, harga emas dunia berada dalam posisi moncer karena mengalami kenaikan  bersamaan dengan  kenaikan komoditas lain seperti minyak mentah yang mencetak rekor kenaikan.

Harga emas reli ke level US$ 1.272 per ounce usai harga minyak naik ke level tertinggi dalam dolar sejak pertengahan dua tahun  lalu.

Pemicunya sama yaitu langkah Arab Saudi memberantas korupsi.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Pangeran Alwaleed bin Talal yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia, dan pemegang saham mayoritas perusahaan perusahaan besar seperti Citigroup, juga Twitter juga Apple seperti dilansir Bullionvault, hari ini

Hizbullah yang didukung Iran hari ini menuduh Arab Saudi “memaksakan” kehendaknya di Timur Tengah melalui pengunduran diri perdana menteri Libanon hari Sabtu, Nasrallah Hariri.

Penurunan pekan lalu terhadap posisi terendah tiga bulan dalam harga emas membuat spekulan di Comex AS menurunkan taruhan bullish mereka, setelah posisi bearish, hingga ukuran terkecil dalam dua belas  minggu.

Sementara perak hari ini melampaui kenaikan kecil harga emas

Pekan lalu harga emas jatuh ke level terendah karena penguatan dolar Amerika Serikat  terhadap mata uang euro.

Penguatan dolar AS ini usai Bank Sentral Eropa akan memperpanjang aksi pembelian obligasi tetapi jumlah obligasi yang akan dibeli akan berkurang.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa berencana untuk memperpanjang aksi pembelian obligasi tetapi jumlah obligasi yang dibeli akan berkurang.

Dengan aksi tersebut, pasar melihat bahwa akan ada kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada tahun depan.

Pasar saham Eropa langsung menguat sehingga membuat pelaku pasar melepas emas yang dimiliki.

“Harga saham di AS telah melompat tinggi dan saya kira Eropa pun akan segera menyusulnya,” jelas analis Forex.com Fawad Razaqzada. “Sementara harga emas akan tertekan dan berada di bawah US$ 1.300 per ounce,” lanjut dia.

Sebelumnya harga emas juga tertekan karena ketidakpastian calon pemimpin bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya akan membuat keputusan secepatnya untuk pimpinan the Federal Reserve. Kandidat pimpinan the Federal Reserve yang agresif dapat mendorong suku bunga lebih tinggi.

Sementara itu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam juga kecipratan kenaikan emas global.

Emas Antam naik ke posisi Rp 623.562 per gram . Pada perdagangan di akhir pekan lalu, harga emas Antam berada di posisi Rp 621.562 per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback juga naik dan berada di posisi Rp 554 ribu per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga buyback emas Antam tercatat Rp 551 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Komentar