Emas Lokal dan Global Naik Tajam

Penulis: Darmansyah

Kamis, 27 Juli 2017 | 09:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah melemah pada hari-hari di awal pekan, hari ini, Kamis, 27 Juli, harga emas global dan lokal meroket naik untuk kembali ke posisi awal bulan.

Untuk harga emas lokal yang diperjualbelikan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam melonjak Rp 5.000 per gram dan berada di posisi  Rp 595 ribu per gram

Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam di posisi Rp 590 ribu.

Demikian juga harga buyback naik Rp 5.000 menjadi Rp 533 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya dengan harga Rp 533 ribu per gram.

Harga jual ini merupakan harga patokan di butik emas logam mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga di butik emas logam mulia lainnya bisa berbeda.

Antam menjual emas dengan ukuran satu gram hingga 500 gram dan hingga menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tidak tersedia.

Sementara itu harga emas global di Comex Exchange Mercantil, New York, hari ini, menguat di perdagangan elektronik seiring pernyataan kebijakan the Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat.

The Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga. Ini seperti yang diharapkan pelaku pasar.

Selain itu, the Federal Reserve juga akan mulai mengurangi neraca senilai empat koma lima  triliun dolar  secepatnya.

Pejabat bank sentral AS tampaknya kompak untuk menjual sebagian portofolio di surat berharga AS dan hipotek.

Menjelang berita the Federal Reserve, harga emas untuk pengiriman Agustus turun

“Emas berusaha menguat usai keputusan the Federal Reserve tidak menaikkan suku bunga. Keputusan the Fed yang akan berlanjut itu berdampak untuk harga emas.”

“ Kini investor pun bertanya-tanya kapan the Federal Reserve akan kembali naikkan suku bunga,” ujar Adam Koos, Presiden Direktur Libertas Wealth Management, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis, 27 Juli.

Adapun tingkat suku bunga lebih tinggi membuat dolar AS menguat Sentimen itu dapat menekan harga emas.

“Sementara the Fed tampaknya akan menaikkan suku bunga “relatif segera” yang bisa jauh lebih lama dari perkiraan. Mengingat tingkat suku bunga rendah sejak tujuh tahun silam,” ujar Koos.

Indeks dolar AS naik tipis  membuat harga emas tertekan.

“Berdasarkan reaksi pasar di awal, pelaku pasar melihat pernyataan the Federal Reserve dovish sehingga mendukung logam mulia.”

“ Namun kepercayaan pada dolar AS membuat ada aksi jual dalam jangka pendek,” ujar Peter Spina, CEO GoldSeek.com.

Ia menuturkan, harga emas memiliki tantangan bergerak menuju US$ 1.300 dalam jangka pendek.

Sentimen the Federal Reserve yang akan melambat menaikkan suku bunga berdampak ke harga emas.

“Pelaku pasar juga ingin melihat seberapa banyak mengurangi aset neraca bank sentral AS,” ujar dia.

Komentar