Emas Lokal dan Global Masih Stagnan

Penulis: Darmansyah

Senin, 7 Agustus 2017 | 09:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas lokal yang dikendalikan oleh PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam, hari ini, Senin pagi, 07 Agustus, masih tetap berada di angka Rp 593 ribu per gram, yang berarti tak mengalami perubahan di banding dengan harga pekan lalu.

“Patokan tersebut tak berubah jika dibandingkan dengan perdagangan pada Sabtu lalu,” rilis Antam pagi ini, Senin..

Harga pembelian kembali atau buyback turun Rp 5.000 menjadi Rp 529 ribu per gram.

Artinya, harga buyback emas Antam ini, jika Anda menjual emas yang Anda miliki, Antam akan membayarnya Rp 529 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian kembali ini merupakan harga patokan di  Logam Mulia.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Di pasar global, terutama di New York Exchange Comex, harga emas hingga akhir pekan lalu  bergerak melemah seiring harapan menguat kalau bank sentral Amerika Serikat  atau the federal Reserve kembali menaikkan suku bunga.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun tipis

Sebelumnya harga emas bergerak melandai  dan  sempat berada di level tertinggi sejak 8 Juni.

Harga emas di pasar spot sudah naik enam persen dalam sebulan.

Harga emas juga dipengaruhi rilis data tenaga kerja.

Data ADP menunjukkan kalau sektor swasta merekrut seratus tujuh puluh delapan ribu ribu tenaga kerja.

Ini lebih rendah dari yang diharapkan. Ada pun data tenaga kerja lainnya yang akan keluar yaitu data tenaga kerja di sektor non pertanian pada Jumat pekan ini.

Sementara itu, data pengangguran masih berada di kisaran empat koma empat persen dan terendah dalam  enam belas tahun.

Presiden the Federal Reserve untuk Cleveland Loretta Mester menuturkan, the Federal Reserve akan secara bertahap memperketat kebijakan suku bunga. Hal itu tidak dipengaruhi fluktuasi inflasi dan data ekonomi.

“Bagaimana pun juga data penjualan mobil juga pengaruhi ekonomi. Ini juga dapat mendorong the Federal Reserve sulit menaikkan suku bunga,” ujar Direktur GoldCare Ltd Mark O’Bryne seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Adapun indeks dolar AS berada di level terendah dalam lima belas bulan.

Tekanan terhadap dolar AS lantaran dipengaruhi sentimen politik di Washington DC terusama soal reformasi pajak dan belanja infrastruktur.

Dolar AS melemah berimbas positif bagi investor yang memegang mata uang lain lantaran harga emas jadi lebih murah.

 

Komentar