Emas Global Tertekan, Lokal Ambruk Lagi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 Juni 2016 | 11:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Rabu, 08 Juni 2016, perdagangan emas di sesi Asia mengalami tekanan akibat “simpang siur”nya rumor tentang kebijakan The Fed, Bank Sentral Amerika Serikat, menaikkan suku bunganya.

The Fed, sebenarnya, telah mengisyaratkan menaikkan suku bunga di Juni ini tapi masih menunggu beberapa masalah, seperti data ekonomi, yang belum rampung laporannya.

Akibat rumor yang berseliweran ini  investor mengambil langkah hati-hati menjelang pertemuan Fed pada minggu depan.

Pada sesi sebelumnya emas juga sedikit berada di bawah tekanan karena terbebani oleh ketidakpastian lanjutan kebijakan the Fed.

Namun, sebagian besar emas mengalami kerugian tipis karena pasar terus memproses pernyataan Yellen yang bernada setengah hawkish.

“Saya tetap percaya bahwa kebijakan mengurangi tingkat akomodasi kebijakan moneter akan tetap dilakukan secara bertahap, asalkan kondisi pasar tenaga kerja menguat lebih lanjut dan inflasi terus membuat kemajuan menuju target dua persen,” kata Yellen di World Affairs Council Philadelphia.

Beberapa data ekonomi yang masuk setelah meeting minute FOMC bulan Mei tampaknya cenderung diabaikan oleh media keuangan.

Pertemuan FOMC untuk bulan Juni akan dilakukan minggu depan dan momen ini telah menjadi jelas bahwa keputusan the Fed dengan menaikkan suku bunga pada bulan Desember telah memberikan efek pada pelemahan ekonomi.

Pertanyaannya sekarang, apakah data ekonomi AS yang sudah dirilis masih tidak mendukung kebijakan pengetatan yang telah dilakukan olhe the Fed ?

Selama beberapa sesi perdagangan terakhir, pasar keuangan kehilangan kepercayaan pada kemungkinan kenaikan suku bunga the Fed pada musim panas sehingga mengangkat harga emas, yang telah jatuh selama beberapa minggu sebelumnya.

Yang perlu diperhatikan, walaupun kondisi tenaga kerja di AS sedang tertekan tetapi gaji atau biaya tenaga kerja terlihat meningkat sehingga ada kemungkinan the Fed akan memaintenance kenaikan suku bunga.

Jika harga saham mendapatkan keuntungan maka ada kemungkinan harga emas akan mengalami tekanan meskipun dollar juga mendapatkan tekanan.

Akibat “wait and see” para pebisnis emas ini  harga di Comex New York kembali   turun tipis pada penutupan perdagangan Selasa  wakyu setempat atau Rabu pagi WIB.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu pagi WIB, harga emas ditutup turun empat puluh sen menjadi US$ 1.247 per troy ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Pada perdagangan Selasa ini, harga emas sempat menyentuh level terendahnya.

Penekan harga emas adalah pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen.

Pada Senin kemarin ia berpidato bahwa the Fed masih tetap berpegang pada rencananya untuk menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga tersebut tidak akan dilakukan secara drastis namun akan dijalankan secara bertahap atau gradual.

Dalam pidato tersebut, Yellen belum memberikan rambu-rambu yang jelas berapa besar kenaikan suku bunga akan dilakukan dan juga kapan kenaikan tersebut akan dilakukan.

Pidato Yellen ini setelah keluarnya data tenaga kerja yang cukup suram pada akhir pekan lalu.

Pelaku pasar melihat bahwa data tenaga kerja yang tidak begitu bagi tidak mempengaruhi langkah Bank Sentral AS untuk mengubah kebijakan moneter.

Harga emas pun langsung tergelincir setelah Yellen mengeluarkan pernyataannya. Harapan akan kenaikan suku bunga kembali menguat.

Jika sebelumnya pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga akan dilakukan pada Juni, dengan adanya pelemahan data tenaga kerja tersebut membuat perkiraan kenaikan suku bunga bergeser ke Juli.

Head Precious-Metals Dealer di Alliance Financial Frank McGhee mengatakan, pada Jumat pekan lalu pelaku pasar melihat bahwa kemungkinan besar kenaikan suku bunga tidak dalam waktu dekat ini.

“Namun setelah pidato Yellen pelaku pasar mengubah persepsi dan melihat bahwa kenaikan suku bunga mungkin Juli nanti,” jelas dia.

Dengan kenaikan suku bunga tersebut membuat imbal hasil dari surat utang atau obligasi yang ada juga mengalami kenaikan. Hal tersebut memberikan tekanan kepada emas karena harus bertarung dengan surat utang.

Bersamaan dengan lesunya perdagangan emas global, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali menurnkan harga jual emasnya sebesar Rp 5.000 per gram.

Rabu pagi emas Antam berada di posisi  Rp 578 ribu per gram

Pada perdagangan sebelumnya atau pada Selasa, 7 Juni 2016, harga emas Antam berada di Rp 583 ribu per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali atau harga buyback juga turun Rp 5.000 per gram menjadi Rp 523 ribu per gram.

Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan menghargainya di Rp 523 ribu.

Komentar