Emas Global Stagnan, Antam Melonjak

Penulis: Darmansyah

Jumat, 11 September 2015 | 10:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Jumat 11 September 2015, harga emas dunia bergerak stabil pada level US$1.110 per ons dan tetap berada di tingkat rendah dalam tiga minggu terakhir karena investor masih menanti kepastian kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat.

Dikutip “nuga” dari “reuter” pagi ini, harga spot emas XAU di perdagangan Asia naik tipis menjadi US$1.111 per ons. Sedangkan harga emas AS turun .

Para pedagang masih menunggu pengumuman kebijakan Bank Sentral AS, yang akan melakukan pertemuan pada 17 September 2015 v nanti, untuk menentukan langkah mengenai kebijakan kenaikan suku bunga.

Pasar juga masih kekhawatir akan perlambatan pertumbuhan ekonomi China, dan ketidakstabilan pasar finansial.

Pasar emas masih tertekan, karena dolar AS terus menguat menjelang pertemuan The Fed

Emas diperdagangkan dengan bergerak sedikit lebih tinggi di tengah ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga the Fed dalam hampir satu dekade.

Pertemuan FOMC pada bulan September akan menandai kesempatan berikutnya untuk the Fed memulai kebijakan pengetatan pertama kali sejak bulan Juni 2004.

Terbetik spekulasi bahwa kenaikan suku bunga pertama akan dilakukan pada bulan Maret dan Juni di tahun ini, tetapi hingga sekarang the Fed memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga terkunci di kisaran nol.

Berdasarkan data yang masuk, pasar yakin the Fed masih akan terus memegang kebijakan uang mudah pada minggu depan, terutama jika melihat kondisi tekanan deflasi.

Bank sentral telah menargetkan inflasi dua persen ketika kebijakan pengetatan dilakukan. Inflasi yang masih di bawah target, perlambatan ekonomi di seluruh dunia dan harga komoditas yang runtuh akan mengakibatkan tekanan inflasi dengan arah yang berlawanan.

Investor emas seharusnya tidak takut dengan kenaikan suku bunga. Antara Juni sebelas tahun lalu dan dimulainya siklus pelonggaran pada September delapan tahun lalu, emas telah bergerak rally.

Dengan kata lain, harga emas di nilai lebih selapan puluh persen dan terus tergeser ke harga yang lebih tinggi selama periode tiga tahun.

Selama empat tahun berikutnya karena krisis keuangan yang membuat resesi besar, harga emas telah bergerak lebih dari dua kali lipat lagi dan membuat the Fed melakukan kebijakan suku bunga ke kisaran nol.

Selain itu, ada sejumlah besar kebijakan fiscal dan stimulus dituangkan masuk ke dalam perekonomian dalam upaya untuk mencegah depresi yang semakin besar.

Suku bunga nol persen selama enam tahun dan triliunan dolar telah dipompa masuk ke dalam perekonomian akan membuat the Fed menghadapi dilema ketika menaikkan suku bunga dimana potensi resesi dan deflasi masih terus mengintai.

Momen dilema tersebut yang ditandai perlambatan ekonomi di seluruh Negara pada saat ini akan menjadi fondasi bagi emas.

Di pasar domestik, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini, Jumat, 11 September 2015 naik Rp 4.000 per gram menjadi Rp 560 ribu per

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp 556 ribu per gram.

Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali logam mulia Antam yang naik Rp 3.000 per gram menjadi Rp 499 ribu per gram.

Antam menjual emas dalam berbagai ukuran dan harganya sesuai dengan pecahan terkecil hingga terbesar.

Harga emas logam lima gram dijual di Rp2.655.000, 10 gram Rp5,26 juta, 25 gram Rp13.075.000, 50 gram Rp26,1 juta, 100 gram Rp52,15 juta, 250 gram Rp130,25 juta, dan 500 gram Rp260,3 juta.

Komentar