Emas Global Kembali Melemah

Penulis: Darmansyah

Rabu, 30 November 2016 | 09:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah sempat menguat sehari sebelumnya, hari ini, Rabu, 30 November 2016, harga emas global dan lokal kembali mengalami  tekanan  setelah dolar berhasil rebound ke level tertinggi selama empat belas tahun.

Secara keseluruhan, harga emas masih bertahan di kisaran USD 1190 per troy ounce dan masih tetap terlindungi oleh beberapa minat beli yang muncul selama perdagangan New York.

Dollar menguat karena didukung oleh melemahnya mata uang lainnya, terutama euro dan yen.

Dukungan tambahan terkumpul ketika ekspektasi pertumbuhan ekonomi akan meningkat karena janji Donald Trump pada pemilihan presiden AS baru-baru ini dan spekulasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga di bulan depan.

Data ekonomi AS yang terbaru telah menambah beberapa kepercayaan bahwa pemulihan mungkin akan semakin cepat

Musim belanja liburan akan menjadi sangat penting. The National Federation of Retailers menyatakan bahwa aktifitas belanja pada Black Friday dan selama akhir pekan dilaporkan sangat kuat.

“Itu adalah akhir pekan yang bagus untuk toko pengecer dan akhir pekan yang baik bagi konsumen, yang mengambil keuntungan dari beberapa penawaran yang benar-benar luar biasa.”

Penguatan dolar akan menciptakan sedikit teka-teki bagi The Fed dan pelaku pasar menilai bahwa forward guidance pada pertemuan FOMC berikutnya akan menjadi sangat penting.

Sinyal yang sama pada tahun lalu terlihat ketika dukungan data kurang mampu membuat para pelaku pasar untuk percaya dan akhirnya emas bergerak reli di awal tahun ini.

Masalah yang sedang berlangsung di berbagai belahan dunia juga terus menawarkan logam emas untuk dimiliki.

Penurunan harga emas ini karena kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat  untuk menaikkan suku bunga acuan semakin besar.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu pagi WIB, harga emas untuk pengiriman Februari ditutup turun  tipis di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Pada awal sesi perdagangan, harga emas sempat tertekan hebat.

Penurunan harga emas ini terjadi di saat nilai tukar dolar AS melemah. Wall Street Journal index, yang merupakan indeks nilai tukar dolar AS dengan beberapa mata uang utama dunia lainnya.

Biasanya, jika dolar AS melemah maka harga emas akan terdorong naik. Alasannya, para pelaku pasar yang bertransaksi menggunakan mata uang di luar dolar AS akan lebih untung.

Namun pada perdagangan kali ini, harga emas tetap tertekan meskipun dolar AS melemah. Hal tersebut karena adanya sentimen lain yang lebih kuat.

Perbaikan ekonomi AS membuat ekpektasi kenaikan suku bunga terus menguat. Kemungkinan besar, Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan di akhir tahun ini.

“Kinerja emas akan sangat tergantung bagaimana kebijakan The Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan bulan depan,” jelas Kepala Riset Komoditas TD Securities, Bart Melek.

Ia melanjutkan, jika melihat tanda-tanda yang ada, prospek kenaikan harga emas sangat sulit untuk dilihat karena tekanan kenaikan suku bunga semakin besar.

Harga emas terus tertekan sepanjang bulan ini. Penurunan harga logam mulia hampir mencapai 7 persen jika dihitung sejak awal November.

Hal tersebut terjadi karena kenaikan dolar AS, memudarnya ketidakpastian politik di AS dan juga pelemahan permintaan investor akan instrumen safe haven.

Komentar