Emas Global Catat Penurunan Terburuknya

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 Mei 2018 | 08:34 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas global, yang diperdagangkan Comex, hari ini, Rabu, 02 Mei, kembali ambruk dan mencatatkan penurunan terburuknya sejak empat bulan terakhir.

Ambruknya harga emas ini disebebakan menguatnya nilai tukar dollar Nilai  tukar mata uang AS ini memang terus perkasa jelang pertemuan Bank Sentral AS untuk menentukan suku bunga.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan terkenal dunia, “bloomberg,” pagi ini, Rabu, 02 mei,  harga emas di pasar spot turun mendekati satu persen atau pasnya nol koma tujuh persen ke per ounce

Harga emas di pasar spot sempat menyentuh level terendah per ounce yang merupakan level terlemah sejak akhir Desember tahun lalu.

Sedangkan harga Emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun nol koma sembilan  persen

Nilai tukar dolar AS terhadap euro mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir menjelang pertemuan Bank Sentral AS.

“Emas turun karena dolar AS naik menjelang pertemuan Fed,” kata Josh Graves, analis RJO Futures.

“Anda akan mendapat kemungkinan kenaikan suku bunga empat kali pada tahun ini, ini membuat dolar AS bullish sedangkan emas bearish,” lanjut dia.

Kenaikan suku bunga biasanya membebani emas karena akan logam mulia tersebut menjadi tidak menarik jika dibandigkan dengan surat utang yang juga memberikan bunga.

Sementara Bank Sentral AS diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan untuk saat ini. Pelaku pasar akan mengamati dengan seksama pertemuan dua hari untuk petunjuk kenaikan suku bunga pada Juni.

Sebelumnya, harga emas juga tertekan karena adanya prospek kesepakatan nuklir Korea.

Kesepakatan antara pimpinan Korea untuk mengakhiri perang Korea menahan kenaikan harga emas ke level yang lebih tinggi.

“Kondisi geopolitik mereda sehingga kenaikan harga emas kurang kuat,” jelas analis komoditas Commerzbank di Frankfurt, Carsten Fritsch.

Korea Utara dan Korea Selatan secara bersamaan mengumumkan berakhirnya Perang Korea, yang membuat kedua negara bermusuhan selama enam puluh lima tahun terakhir.

Hal itu disampaikan langsung oleh kedua pemimpin Korea dalam agenda KTT Korea Utara-Korea Selatan yang diselenggarakan di The Peace House.

Deklarasi tersebut secara resmi disebut “Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran, dan Penyatuan di Semenanjung Korea”, setelah seharian rapat penuh dan percakapan pribadi selama tiga puluh menit, pada satu jam terakhir pertemuan antara Kim Jong-un dan Presiden Moon Jae-in.

Sejak akhir bulan lalu harga emas dunia dan lokal  terhempas dan menukik ke posisi terendahnya bersamaan dengan penguatan dolar

Seperti ditulis laman “bloomberg,”  harga emas di pasar spot tersungkur hampir setengah persen, atau pasnya nol koma empat persen per ounce.

Sementara itu untuk  harga emas berjangka AS  pengiriman Juni juga merosot dengan angka yang sama.

“Ini karena kekuatan dolar AS,” kata Senior Strategis Investasi di Bank Wealth Management AS, Robert Haworth.

Sentimen yang mengikis harga emas, antara lain kekhawatiran meningkatkan stok utang pemerintah AS, tekanan inflasi, dan kenaikan harga minyak mentah, serta imbal hasil obligasi AS tenor sepuluh tahun yang menembus tiga persen.

Kenaikan ini, untuk kali pertama dalam empat tahun.

Kondisi tersebut tentunya mengurangi kemilau dan daya tarik emas sebagai instrumen investasi.

Diharapkan ada masih ada permintaan emas dari pembeli dan dukungan sentimen lain yang bisa membantu harga emas jatuh lebih dalam.

“Pada posisi harga tersebut, diharapkan masih bisa menarik minat pembeli,” ujar Kepala Perdagangan di Wing Fung Precious Metals, Peter Fung.

Harga emas dunia sempat melesat ditopang ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang telah mendongkrak permintaan emas sebagai instrumen investasi paling aman.

Tapi kecemasan rencana kenaikan suku bunga AS yang mendorong peningkatan imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar AS, memicu harga emas turun.

“Data Produk Domestik Bruto  AS dan inflasi pada Jumat (waktu setempat) akan memberikan arah baru harga emas,” kata Analis Jonathan Butler.

Analis dan pedagang emas memprediksi harga emas akan berada pada rata-rata USD 1.334 per ounce pada tahun ini dan bergerak naik sekitar USD 1.352 per ounce pada tahun depan.

Pada perdagangan sehari sebelumnya harga emas juga mengalami tekanan olrh penguatan dollar

Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS naik karena meredanya ketegangan perdagangan AS dengan China.

Seperti dicatatkan, harga emas di pasar spot turun  lebih setengah persen atau tepatnya  nol koma enam puluh enam persen perr ounce

Dan harga ini merupakan level terendah sejak pertengahan  Maret.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga turun nol koma delapan persen

Imbal hasil obligasi AS berjangka waktu sepuluh tahun menyentuh level tiga persen pada perdagangan Selasa untuk pertama kalinya dalam empat tahun ini.

Komentar