Emas Global Bersinar di Akhir Pekan Ini

Penulis: Darmansyah

Jumat, 4 Mei 2018 | 07:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Jumat, 04 Mei, harga emas kembali bersinar setelah merangkak naik  usai  keputusan Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga acuan

Langkah ini  meyakinkan investor bersamaan dengan  ketidakpastian kondisi geopolitik yang meningkat.

Seperti ditulis laman “bloomberg,” pagi ini, Kamis WIB, harga emas di pasar spot menjulang hampir satu persen atau tepatnya nol  koma sembilan persen  per ounce.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni  juga naik dalam posisi yang sama, nol koma sembilan  persen per ounce.

The Fed mengatakan, dalam periode dua belas bulan ke depan, inflasi AS diperkirakan akan berjalan mendekati target, yakni dua persen.

“Pertemuan Federal Open Market Committee  kemarin meredakan kekhawatiran bahwa The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan pengetatan moneter secara bertahap,” kata Kepala Strategis Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

Sementara itu, Analis Komoditas di Bank Swiss Carsten Menke memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan empat kali di tahun ini, dari sebelumnya tiga kali.

Di sisi lain, kenaikan harga emas juga dipicu ketidakpastian kondisi geopolitik, seperti potensi AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran maupun pembicaraan perdagangan antara AS dan China.

“Perundingan (AS) tidak akan semulus yang diharapkan, ini akan jadi fokus. Tapi sekarang kita sudah melewati pertemuan FOMC,” ujar Analis ANZ Daniel Hynes.

Selain harga emas, harga perak di pasar spot juga naik satu koma satu persen

Dalam kebijakan barunya, Bank sentral Amerika Serikat  atau the Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga acuan

Langkah ini memberikan angin segar untuk harga emas.

Harga emas melonjak dari posisi terendah dalam empat bulan terakhir.

The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan seperti yang diharapkan pelaku pasar. Suku bunga acuan the FederalReserve berada di kisaran satu setengah hingga satu koma tujuh puluh lima  persen.

Namun, the Federal Reserve mengingatkan soal tekanan inflasiyang positif untuk emas.

“Langkah-langkah dari kompensansi inflasi rendah,survei terhadap harapan inflasi jangka panjang sedikit berubah,pada keseimbangan. Inflasi dalam  dua belas bulan akan menuju target dua persen,” tulis pernyataan the Federal Reserve,seperti dikutip dari laman Kitco

Sejumlah ekonom menilai, bank sentral AS tetap pertahankan suku bunga menunjukkan bank sentral AS tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan lebih cepat.

Diperkirakan suku bunga the Federal Reserve naik lagi sebanyak dua kali pada tahun ini.

Harga emas pun berjuang untuk kembali menemukan momentum seiring dolar AS menguat.

Harga emas kembali bertahan dalam rentangtransaksi yang didukung

Harga emas pun dapat menguat dari posisi terendahnya.

Pelaku pasar pun fokus pada sasaran inflasi simetri the Federal Reserve yang bisa menjadi indikasi kalau bank sentral AS itu sengajabiarkan inflasi naik di atas dua persen.

Ini untuk menggantikan tekanan terhadap tekanan harga pada bulan sebellumnya.

Analis mengatakan, kalau emas dapat memperoleh manfaat dari inflasi tinggi.

Ini akan mempertahankan suku bunga riil yang relatif rendah.Royce Mendes, Ekonom Senior CICB World Markets menuturkan, pernyataan the Federal Reserve tidak memberikan banyak panduanuntuk kenaikan suku bunga pada Juni.

Ia mengharapkan, ekonomi AS dapat terus berkembang.

“Kurangnya komitmen kuat untuk kenaikan suku bunga jangka pedenk sejauh ini terlihat dari imbal hasil rendah dan dolar AS depresiasi.Akan tetapi kami masih meliat percepatan pertumbuhan di kemudian hari,” kata Mendes.

Komentar