Emas Dunia Lebih Adem Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 November 2016 | 10:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Pergerakan harga emas global hari ini, Rabu, 22 November 2016, di New York Mercantil Exchange,  berada pada  teritori positif  ketika para pelaku pasar menunggu hasil keputusan dari rapat Bank Sentral Amerika Serikat  atau The Federal Reserve.

Seperti ditulis laman situs The Bullion Desk, Rabu pagi WIB, harga emas di pasar spot berada pada level menaik jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

“Harga emas memang terus naik. Namun dengan adanya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, sulit penguatan harga emas untuk terus berlanjut,” tulis ANZ dalam catatannya kepada nasabah.

Saat ini, investor sedang melihat atau meraba-raba hasil dari keputusan rapat the Fed.

Dalam rapat tersebut para gubernur Bank Sentral AS akan memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga acuan atau memutuskan untuk menahan suku bunga acuan.

“Jelang rapat tersebut, kemungkinan harga emas akan terkonsolidasi. Harga emas akan tertekan,” tulis Commerzbank.

Harga emas turun lima persen pada bulan ini, dan terus memudar seiring ketidakpastian politik dan meningkatnya harapan bahwa The Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga yang menyeret logam mulia ke level terendah sejak Februari.

Emas memang tidak memberikan imbal hasil apapun selain kenaikan harga.

Berbeda dengan instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil juga selain kenaikan harga.

Di saat suku bunga the Fed naik, maka instrumen investasi lain seperti obligasi lebih menarik perhatian para investor.

Oleh karena itu, harga emas diperkirakan akan tertekan karena investor melakukan aksi jual terhadap instrumen emas.

Secara keseluruhan, emas masih belum mampu mempertahankan keuntungan setelah pada sesi sebelumnya melakukan manuver dengan bergerak ke atas.

Logam emas kembali ditarik ke level terendah dengan fokus pasar masih tertuju pada pergerakan saham dan dolar pasca pemilu AS.

Spekulasi tentang deregulasi dan meningkatnya pengeluaran pemerintah pada tahun mendatang telah membuat pelampung bagi pergerakan saham dan greenback.

Namun, ada beberapa analisa yang mulai khawatir terhadap implikasi negatif yang lebih luas pada penguatan pergerakan dolar.

Spekulasi kenaikan suku bunga AS yang mungkin sebentar lagi akan dilakukan telah memberikan penarik tambahan untuk mata uang dollar AS.

Pasar tampaknya berpikir bahwa kemenangan Trump dengan kombinasi Partai Republik yang akan mempertahankan kontrol di DPR dan Senat AS telah memberikan arti bahwa akan banyak kebijakan yang dilakukan kepada pasar.

Tetapi ingat bahwa belanja fiskal belum dilakukan dengan mengingat beban utang yang terus berkembang.

Jika dolar terus menguat dan bunga pinjaman meningkat, akan membuat kemampuan negara untuk menahan beban utang akan sangat terhambat.

Bank sentral Rusia menambah  emas selama bulan Oktober dan pembelian tersebut merupakan yang terbesar sejak tahun delapan belas tahun terakhir

Sebaliknya, bank sentral China hanya membeli sekitar empat ton emas pada bulan lalu dan pembelian emas kedua terendah sejak China mulai menerbitkan angka cadangan bulanan pada bulan Juni tahun lalu.

Menurut World Gold Council, bank sentral Amerika Serikat, Jerman, Italia, Perancis dan China yang dapat menandingi cadangan emas dari Rusia

Sementara itu harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam juga turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 591 ribu per gram pada perdagangan Rabu pagi WIB.

Sedangkan harga pembelian kembali atau dikenalk dengan buyback emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 521 ribu per gram.

Itu artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki, maka Antam akan membayar Rp 521 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.03 WIB, beberapa ukuran emas Antam tidak tersedia antara lain ukuran 2 gram, 3 gram, 5, gram, 25 gram, 50 gram dan 250 gram.

 

Komentar