Emas Dunia Kembali Ambruk Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Kamis, 4 Agustus 2016 | 09:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari setelah menikmati kenaikan harga, hari ini, Kamis, 04 Agustus 2016,  emas global  yang diperdagangkan Comex Exchange, New York, kembali ambruk setelah dollar Amerika Serikat menguat dan data ekonomi yang dirilis bagus.

Dalam laporan ekonomi Amerika serikat terdapat tambahan  pekerja pada Juli. Angka itu di atas proyeksi pelaku pasar.

Harga emas di pasar spot pun turun.

Sehari sebelumnya harga  emas sempat sentuh level  tertinggi sejak 11 Juli.

Harga emas paling aktif untuk Desember merosot

“Rilis non farm payrolls  pada Jumat pasti dapat mempengaruhi pergerakan harga emas terhadap euro dan dolar AS,” ujar Analis Commerzbank Daniel Briesemann, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis, 04 Agustus 2016.

Laporan data tenaga kerja sektor swasta ini hadir jelang data laporan tenaga kerja AS lebih komplit. Laporan data tenaga kerja AS secara menyeluruh rilis pada Jumat pekan ini.

“Meski pun data pertumbuhan ekonomi tak begitu baik, ada kemungkinan non-farm payroll akan sangat baik sehingga membawa sentimen kenaikan suku bunga, dan dolar AS menguat,” kata Direktur Oxford Economics Daniel Smith.

Dolar AS pun pulih dari posisi terendah pada perdagangan Selasa pekan ini. Indeks dolar AS naik 0,5 persen terhadap sejumlah mata uang asing.

“Pelaku pasar melihat data non-farm akan bagus. Ini tidak berarti kita akan melihat suku bunga  tapi tingkat suku bunga global mungkin mulai menurun,” kata Phillip Streible Analis RJO Futures.

Sebelunnya Chicago Federal Reserve Bank President Charles Evans menuturkan, kenaikan suku bunga mungkin akhir tahun, namun inflasi masih menjadi kekhawatiran.

Target bank sentral AS, inflasi sekitar dua persen.

Sementara itu keuntungan pergerakan emas pada awal minggu ini terhenti, tetapi secara teknikal menunjukkan bahwa tren masih tetap bullish.

Meski terjadi penurunan, logam emas telah melakukan fase bouncing yang sehat selama beberapa sesi terakhir karena data ekonomi AS yang dirilis sedikit mengecewakan sehingga memberikan gambaran yang tidak merata pada perekonomian.

Kekhawatiran kebijakan bank sentral untuk meningkatkan perekonomian di Jepang dan Eropa juga membuat investor masuk ke dalam aset haven.

Para investor obligasi telah mengungkapkan atas meningkatnya kekhawatiran tentang risiko obligasi negara. “Imbal hasil obligasi Sovereign berada pada rekor terendah dan sangat beresiko.”

“Suku bunga yang rendah dapat meningkatkan harga aset dan menghancurkan investasi tabungan. Situasi ekonomi yang terjadi di Eropa pada saat ini, telah membuat ECB harus merancang pertumbuhan dan inflasi ketika risiko sistem perbankan sedang rusak.

” Hal ini tentu bukan hanya terjadi di Eropa, tetapi di hampir semua sistem perbankan pada saat ini.

Di sisi lain, kita tahu bahwa harga emas telah naik hampir tiga puluh persen pada tahun ini dan sepertinya ada ruang keuntungan yang lebih lanjut dengan kondisi uptrend jangka panjang.

Ketika para investor obligasi top dunia mulai berbicara tentang emas maka sudah waktunya untuk mendengarkan pendapat mereka.

Dampak dari penurunan emas global ini langsung menyentuh harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam.

Pagi ini, Kamis Wib, 04 Agustus 2016, emas Antam turun Rp 1.000 per gram dan berada di posisi Rp 614.000 per gram dari harga sebelumnya Rp615.000.

Untuk harga buy back pun turun Rp1.000 dan dibanderol dengan harga Rp 562.000 per gram.

Komentar