Emas Dilanda Prahara Bunga The Fed

Penulis: Darmansyah

Jumat, 20 Mei 2016 | 10:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas pada perdagangan Kamis waktu  New York atauJumat pagi WIB, 20 Mei 2016,  menuju ke level terendahnya dalam tiga pekan sebagai imbas dari sinyal the Fed yang menaikkan suku bunga pada Juni

Pernyataan ini langsung membuat harga ema untuk pengiriman Juni jatuh.

Harga emas btak pernah berada di posisi serendah ini sejak Juli tahun lalu

TheFed nampaknya serius akan menaikkan suku bunga acuan pada musim panas Juni ini. Itu salah satu faktor yang membuat komoditas ini sedikit goyah.

“Bank Sentral the Fed disarankan melakukan pemanasan untuk kenaikan suku bunga pada Juni mendatang, terutama juka ekonomi AS terus meningkat dan inflasi bergerak ke target the Fed yaitu 2 persen,” tutur Edward Meir

Kenaikan suku dapat membebani emas sebagai logam mulia tidak membayar bunga.

Selain itu, dolar juga telah menguat dan membebani komoditas denominasi dolar seperti emas, membuat emas lebih mahal dengan pembelian menggunakan mata uang lainnya.

Ke depan, Meir mengharapkan untuk melihat penurunan lebih lanjut di kompleks komoditas “atas saldo Mei dan pemanasan hingga Juni.” tuturnya.

Akibat pernyataan ini  harga emas jatuh ke posisi terendah tiga minggu karena pelaku pasar terus melihat kemungkinan kenaikan itu

Emas memperpanjang penurunan  setelah Komite Pasar Terbuka Federal mengatakan pada meeting minute FOMC pertemuan April bahwa ada kemungkinan suku bunga jangka pendek dapat dilakukan pada pertemuan berikutnya jika perekonomian terus meningkat seperti yang diharapkan.

Jika inflasi memanas maka emas akan menjadi pilihan.

Kita tahu bahwa Emas akan menjadi lindung nilai klasik yang baik terhadap kenaikan inflasi.

Harga emas naik sebanyak 18% sejak awal tahun ini dan membuat dolar terdepresiasi tajam di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

The Fed telah mengirimkan sinyal untuk melanjutkan siklus pengetatan kebijakan moneter pada pertemuan 14-15 Juni.

Pertemuan tersebut juga hanya sembilan hari menjelang tanggal referendum Brexit.

The Fed harus memastikan bahwa Inggris memilih untuk tetap tinggal dalam Uni Eropa agar dapat memulai kenaikan suku bunga yang kedua.

Ada segudang risiko yang masih menjulang di pasar global.

Pasar dapat menilai bahwa kenaikan suku bunga Fed berada di antara risiko tersebut dan akan membuat pasar saham tampaknya kurang antusias.

Pergerakan harga emas terbaru mungkin akan menjadi bukti bahwa tekanan yang terjadi kemungkinan hanya bersifat sementara karena harga yang lebih rendah sudah pasti akan mengakibatkan volume permintaan akan meningkat.

Apakah emas telah menjadi pilihan investasi di masa ketidakpastian ekonomi  global?

Investor yang bijak akan selalu memilih emas untuk mengamankan investasi.

Sementara itu harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam justru  naik Rp 4.000 menjadi Rp 588 ribu per gram pada pagi  Jumat WIB, dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya sebesar Rp 584 ribu per gram.

Akan tetapi, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 533 ribu per gram.

Artinya jika Anda hendak menjual emas Antam maka akan dihargai Rp 533 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram dan menjelang siang WIB harga emas seluruh ukuran masih tersedia.

Komentar