Emas di Pasar Global Terus Terpuruk

Penulis: Darmansyah

Jumat, 3 Juli 2015 | 11:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas kini dihempaskan oleh krisis Yunani dan penguatan dollar Amerika Serikat sehingga harga di pasaran global menjadi terguncang. Walau pun mengalami tekanan berat, secara fundamental harga emas masih sukup baik.

Dalam perdagangan demostik, Jumat, 03 Juli 2015, atau di penutupan perdagangan mingguan pada awal bulan, harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, terdepak lagi, turun Rp 2.000 per gram dan bertengger pada angka Rp 549.000 per gram.

Di New York, Comec Exhange, hari ini waktu setempat, harga emas berjangka jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut.

Banyak analis mengatakan bahwa penurunan harga emas terjadi karena ada harapan bahwa Yunani akhirnya akan mencapai kesepakatan dengan pihak kreditur.

Non Farm Payroll AS untuk bulan Juli dirilis lebih rendah dari perkiraan tetapi masih tidak bisa membantu harga emas untuk bergerak naik.

Harga emas menutup sesi intraday dengan mencapai titik terendah dalam tiga setengah bulan terakhir.
Laporan ini dirilis satu hari lebih awal dari jadwal yang ditetapkan karena hari ini AS libur Hari Kemerdekaan. Emas terus tertahan oleh penguatan dolar dan tidak bisa bergerak ke atas hingga penutupan sesi.

Data yang dirilis sedikit lebih rendah dari yang diharapkan, hanya sedikit membuka pintu untuk kemungkinan bahwa Fed AS akan memulai kenaikan suku bunga pada bulan September.

Harga emas di pasar domestik dicatat sedikit tertekan sementara pembeli di pasar internasional masih tetap sibuk memikirkan dinamika harga.

Secara umum, saat ini ada tiga ketidakpastian yang akan mendorong harga emas yaitu Federal Reserve, ekonomi global yang sedang berjuang dan investor. Saya akan membahas kondisi ekonomi global dengan apa yang terlihat pada ekonomi China.

Tidak peduli bagaimana seseorang melihat itu, ekonomi global secara keseluruhan melambat secara signifikan. Negara ekonomi besar seperti China, telah memberikan informasi bahwa pertumbuhan ekonomi di China telah tertahan.

Cina adalah pusat manufaktur dunia dengan menghasilkan sejumlah besar barang dan kapal-kapal dalam ekonomi global. Ekspor dapat memberikan gambaran tentang permintaan global. Sayangnya, sekarang ekspor Cina sedang merosot.

Jika ekonomi global terus melambat, maka investor akan berebut untuk mencari tempat untuk memarkir uang mereka. Hal ini dapat menyebabkan volatilitas pada harga emas yang merupakan investasi stabil dan terbaik ketika kondisi ekonomi global mundur.

Di perdangan lokal harga emas produksi Antam kembali turun Jumat, 03 Juli 2015. Penurunan harga jual harga emas Antam tercatat Rp 1.000 per gram menjadi Rp 549 ribu per gram.

Dalam satu pekan ini, harga jual emas Antam telah merosot Rp 6.000 per gram.

Berbeda, harga pembelian kembali “buyback”logam mulia Antam tidak berubah dan menetap di Rp 493 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 493 ribu per gram.

Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga lima seratus gram. Menjelang siang, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran emas 5lima ratus gram yang sudah habis terjual.

Seperti dikutip “nuga” dari “logam mulia.com,” Jumat, 03 Juli 2015, untuk harga emas 2 gram dibanderol Rp1.058.000 atau Rp529.000 per gram.

Emas ukuran 2,5 gram dijual Rp1.312.500 per bar, dengan harga per gram Rp525.000. Emas 3 gram dihargai Rp1.569.000 per bar, dengan harga per gram Rp523.000.

Emas ukuran 4 gram dijual Rp2.080.000 per bar, dengan harga per gram Rp520.000. Emas 5 gram dibanderol Rp2.600.000 per bar atau Rp520.000 per gram.

Emas 10 gram dijual Rp5.150.000 per bar atau Rp515.000 per gram. Emas 25 gram dijual Rp12.800.000 atau Rp512.000 per gram. Emas 50 gram Rp25.550.000 per bar atau Rp511.000 per gram.

Sementara emas ukuran 100 gram dibanderol Rp51.050.000 per bar atau Rp510.500 per gram. Emas 250 gram Rp127.500.000 atau Rp510.000 per gram. Lalu emas ukuran 500 gram dijual Rp254.800.000 atau Rp509.600 per gram.

Komentar