Emas Antam Terbang Rp 11.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Senin, 2 Februari 2015 | 13:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Senin, 02 Februari 2015, hari pertama di bulan kedua perdagangan logam mulia, melambung hingga Rp 11.000 per gram, setelah pekan lalu, di pengujung Januari 2015, mengalami naik turun dan mangkrak di harga Rp 550.000 per gram.

Seakan menunjukkan keperkasaannya, dan menegaskan bahwa sekarang memang sedang berlangsung era emas mahal, Logam Mulia, anak usaha Antam, mencatatkan harga kenaikan tertinggi untuk satu hari di angka Rp 11.000 per gram

Dengan kenaikan tinggi ini, harga emas yang di jual Antam telah bertengger pada angka Rp 561.000 per gram.

Kenaikan ini bisa dikatakan melanjutkan kenaikan harga emas yang terjadi sepanjang Januari 2015, yang mencapai lebih dari delapan persen.

Emas ukuran lima gram, dilepas dengan harga Rp2.660.000, ukuran 10 gram Rp5.270.000, ukuran 25 gram Rp13.100.000, ukuran 50 gram Rp26.150.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp52.250.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp130.500.000. Dan, untuk ukuran 500 gram mencapai Rp260.800.000.

Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok pada level Rp498 ribu per gram, atau naik Rp8 ribu dibandingkan perdagangan Jumat lalu.

Yang pasti kenaikan harga emas domestik tidak lepas dari pergerakan harga di level internasional.
Seperti dikutip “nuga” dari kantor berita “Reuters,” Senin, 02 Februari 2015 harga emas di pasar komoditas Comex tercatat di US$ 1.280,77 per troy ons.

Harga Emas kembali bergerak rebound pada hari Jumat, di tengah kekhawatiran yang meningkat atas Yunani. Harga logam emas bergerak dari penutupan mingguan terendah dengan mengikis pergerakan kerugian di sesi sebelumnya.

Pemerintah Yunani yang baru telah mengadakan pertemuan pertama dengan perwakilan dari Uni Eropa yang banyak berharap agar terjadi beberapa kesepakatan. Menteri Keuangan Yanis Varoufakis mengatakan Yunani tidak akan berusaha untuk memperpanjang program bailout saat perjanjian berakhir pada akhir Februari.

“Kami tidak berencana untuk kembali bekerja sama dengan Troika,” kata Varoufakis.

Set up konfrontasi terlihat akan terjadi antara pemerintah Tsipras dengan Troika mengenai dana bailout yang telah dicairkan ketika Uni Eropa tetap bersikeras agar Yunani tetap mematuhi ketentuan perjanjian.

Kedua belah pihak terlihat saling mempertahankan pendapatnya. Surat utang Yunani melonjak lebih 150 bps melebihi 19%. Sementara itu, imbal hasil hasil bagi obligasi jatuh ke posisi terendah. Treasuri AS dengan tenor 10-tahun jatuh ke 1,65%, level yang tidak terlihat dalam hampir dua tahun.

India kembali menjadi Negara nomor satu konsumen emas, dengan mengalahkan China sebagai negara konsumen emas batangan, koin dan perhiasan, pada 2014. Update terbaru dari studi tahunan yang dilakukan oleh GFMS tentang pasokan dan permintaan emas dunia mengatakan bahwa permintaan dari China telah tergeser oleh India.

Kenaikan harga emas didorong oleh kabar kurang baik dari Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal IV-2014 tercatat dua koma enam persen Terkoreksi tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai lima persen

Kabar kurang mengenakkan juga datang dari Tiongkok.

Sektor manufaktur Negeri Tirai Bambu mengalami pertumbuhan negatif alias terkontraksi. Purchasing Managers’ Index pada Januari 2015 turun diangka terendah sejak September 2012.

Hal-hal tersebut memandai bahwa perekonomian global masih penuh ketidakpastian. Di tengah situasi seperti ini, investor cenderung mencari instrumen investasi paling aman safe haven yang salah satunya adalah emas. Peningkatan permintaan menyebabkan harga emas terdongrak.

Harga emas rebound pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Bursa New York, Amerika Serikat. Pemulihan harga emas dipengaruhi laporan yang menunjukkan baha pertumbuhan ekonomi AS lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Emas berjangka menguat setelah Departemen Perdagangan AS menyatakan bahwa angka produk domestik bruto negara adidaya itu tumbuh dua koma enam persen pada kuartal keempat. Laju ini lebih lambat dari ekspektasi pertumbuhan tgiga koma dua persen.

“Angka PDB AS telah jelas menunjukkan pertumbuhan melambat dan ini adalah tanda positif jika Anda seorang pembeli emas,” ujar Naeem Aslam, analis dari AvaTrade.

Harga emas telah menguat pada Januari karena para investor mencari investasi yang dapat menjadi pelindung di tengah gejolak yang dipicu oleh jatuhnya harga minyak.

Tingkat kecemasan juga semakin meningkat setelah Bank Sentral Swiss memutuskan untuk melepas batas nilai tukar mata uangnya terhadap euro.

Komentar