Emas Antam Kembali Bergerak Naik

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 Januari 2016 | 11:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Selasa, 05 Januari 2016, setelah bertahan selama hampir tiga pekan, harga emas PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, bergerak tipis ke atas, sebesar Rp 1.000 per gram dan bertengger di angka Rp 546.000 per gram.

Pada perdagangan sebelumnya, emas Antam di jual di harga Rp 545 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembaliatau dikenal dengan “buyback” emas Antam juga mengalami kenaikan dengan nilai yang lebih besar.

Harga pembelian kembali emas Antam naik Rp 8.000 per gram menjadi Rp 479 ribu per gram dari sebelumnya yang ada di level Rp 471 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 479 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.40 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Hanya ukuran 5 gram yang telah habis terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Sementara itu harga emas global kembali bergerak lebih tinggi pada sesi sebelumnya, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Langkah ini diikuti penyerbuan kedutaan Saudi di Teheran dalam menanggapi eksekusi seorang ulama Syiah terkemuka.

Harga emas bergerak dengan catatan positif pada awal tahun 2016 dengan memposting keuntungan yang kuat dalam perdagangan hari pertama di tahun ini.

Investor telah melihat aksi emas pada hari Senin dan membuat emas sebagai investasi safe haven yang paling dicari pada saat ini.

Rilis data manufaktur China yang melemah telah menggarisbawahi perlambatan yang berpotensi mempengaruhi negara perekonomian terbesar kedua di dunia.

Data Cina Caixin Manufacturing PMI, yang menjadi indikator kunci dirilis merosot. Indeks manufaktur China hanya berhasil sekali menembus ke atas level lima puluh pada tahun 2015, dan data terbaru baru baru ini menunjukan bahwa kontraksi masih berlangsung di sektor manufaktur Cina.

Krisis lainnya di Timur Tengah, seperti Arab Saudi yang tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatic dengan Iran setelah eksekusi seorang ulama Syiah telah menyebabkan penyerbuan kedutaan Saudi di Teheran dan kondisi tersebut membuat investor membeli emas yang mempunyai fungsi perlindungan kekayaan.

Kecemasan di pasar pada awal minggu perdagangan telah membuat sebagian pasar saham dunia berada di bawah tekanan jual ketika meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Menariknya, dilaporkan pasar saham AS juga mengalami tekanan jual pada ini pada hari pertama awal perdagangan tahun ini.

Dan saat ini treasuries AS dan emas menjadi pilihan di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dan ketegangan geopolitik.

Komentar