Emas Antam Hari Ini Bergerak Naik

Penulis: Darmansyah

Senin, 24 Oktober 2016 | 09:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Ditengah ancaman kenaikan suku bunga dollar oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk, hari ini, Senin, 24 Oktober 2016, justru mengalami kenaikan.

Menurut rilis Antam,  harga jual emas miliknya  naik Rp 2.000 menjadi Rp 601.000 per gram pada pagi ini.

Harga emas Antam sebelumnya Rp 599 ribu per gram pada Sabtu 22 Oktober 2016.

Sementara itu, harga buyback emas Antam dipatok Rp 527 ribu per gram. Itu artinya, jika Anda menjual emas, maka Antam  akan membayar Rp 527 ribu per  gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu  kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram.

Hingga beranjak siang  WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga emas tertekan dengan bergerak turun pada hari Jumat karena dolar terus mempelihatkan taringnya dengan bergerak menguat ketika kemungkinan kenaikan suku bunga AS dapat dilakukan pada bulan Desember sehingga membebani komoditas sebagai investasi lindung nilai.

Harga emas sempat diperdagangkan dengan naik ke level yang lebih tinggi ketika pertemuan ECB berlangsung, tetapi tidak jelasnya forward guidance QE ECB telah membuat harga emas gagal bergerak ke atas.

Bank Sentral Eropa mengatakan akan menunggu hingga bulan Desember untuk membahas program pembelian aset.

Presiden ECB Mario Draghi tidak menunjukkan bahwa penyesuaian program stimulus yang berikutnya pada bulan Desember akan mendapat manfaat dari proyeksi ekonomi terbaru.

ECB masih menahan suku bunga di level terendahnya yang cenderung akan mendukung harga emas, meskipun sering diimbangi oleh pelemahan mata uang tunggal yang jatuh ke posisi terendah empat bulan terhadap dolar pada hari Kamis.

Pada hari Rabu, Presiden Fed New York William Dudley mengatakan bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini jika perekonomian masih bergerak di target seperti pada saat ini.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS karena tidak menjadi pilihan bagi pemegang investasi lainnya.

Sementara itu data ekonomi AS yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan ada peningkatan yang lebih besar dari perkiraan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu.

Tren tersebut terus menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih tetap kuat.

Kekuatan pasar tenaga kerja merupakan salah satu faktor kunci yang mendukung pasar perumahan.

Pasar juga akan melihat data ekonomi AS lainnya untuk mencari petunjuk tentang kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga.

Dilaporkan, Bank Sentral China kembali menanbah cadangan emas sebanyak lima  ton pada bulan September, data tersebut dirilis oleh Bank Rakyat Cina pada hari Rabu.

Total kepemilikan emas China berada di kisaran seribu delapan ratus tiga puluh lima ton, sehingga China menjadi pemegang cadangan emas terbesar keenam di dunia, menurut Dana Moneter Internasional, di belakang Amerika Serikat, Jerman, IMF sendiri, Italia dan Perancis.

Komentar